Showing posts with label Kelautan. Show all posts
Showing posts with label Kelautan. Show all posts

30 July 2015

Bom Ikan

Menjaga kelestarian dengan menanam terumbu karang saja belum cukup. Juga perlu untuk melakukan penyuluhan kepada nelayan agar tidak menangkap ikan dengan bom ikan. 

Jumlah nelayan 2,2 juta jiwa (Data Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2015)

Tim Patroli Sejuta Terumbu Karang
Marinir TNI AL
SCTV

25 January 2015

Running Well Perikanan Budidaya



PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA BERKELANJUTAN


JAKARTA (15/1/205) www.pusluh.kkp.go.id

Hasil Sensus Pertanian yang diselenggarakan BPS tahun 2013 menunjukan peran penting pembangunan perikanan budidaya dalam satu dekade terakhir.  Secara umum kemajuan pembangunan perikanan budidaya yang ditunjukan dari hasil sensus tahun 2013 tersebut antara lain kenaikan jumlah rumah tangga perikanan dan tingkat pendapatan yang relatif tinggi dibandingkan sektor pertanian, peternakan, kehutanan.

10 January 2015

Evaluasi Penanganan Illegal Fishing


Rapat koordinasi tingkat menteri hari ini (9/1) tentang evaluasi penanganan illegal fishing di kantor menko maritim menghasilkan 5 kesimpulan sbb:
  1. Semua Kementerian/Lembaga (K/L) mendukung pemberantasan illegal fishing dan mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  2. Sbg pelaksana tlh dibentuk satgas anti illegal fishing, dan diperkuat 3 K/L yaitu Kemenlu, Badan Keamanan Laut dan Kejaksaan Agung.
  3. Penanganan illegal fishing prioritas mengacu pada 3 Undang-undang (UU) yaitu UU Perikanan tahun 2009, UU Pelayaran dan UU Kepabenan.
  4. Pembentukan Instruksi Presiden (Inpres) illegal fishing, serta
  5. Pembentukan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sesuai Perpres 178/2014.

Menteri Susi Pudjiastuti kembali menegaskan bahwa IUU Fishing bukan hanya musuh Indonesia tetapi merupakan International enemy sehingga harus diberantas.

06 January 2015

Industri Perikanan Negara Tetangga Hancur

Menteri Susi Sukses Hancurkan Industri Perikanan Negara Tetangga

Kapal pencuri ikan saat diledakkan oleh pemerintah Indonesia. FOTO: dok/jpnn
Kapal pencuri ikan saat diledakkan oleh pemerintah Indonesia. FOTO: dok/jpnn


JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti mengatakan industri perikanan Thailand saat ini hancur lantaran Indonesia berhasil memberantas ilegal fishing.

01 January 2015

Lembaga Pemberantasan Ilegal Fishing Indonesia

Dua kapal nelayan berbendera asing dihancurkan oleh Angkatan Laut Indonesia setelah sebelumnya ditahan karena penangkapan ikan ilegal di perairan Ambon, Maluku (21/12).
Dua kapal nelayan berbendera asing dihancurkan oleh Angkatan Laut Indonesia setelah sebelumnya ditahan karena penangkapan ikan ilegal di perairan Ambon, Maluku (21/12).



Penanganan Pencurian Ikan Oleh Kapal Asing Perlu Serius dan Menyeluruh

Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengatakan permasalahan ilegal fishing sudah berlangsung cukup lama dan perlu penanganan yang serius dan menyeluruh.

Fatiyah Wardah
Versi terbaru per: 26.12.2014 09:00

31 December 2014

Pengumuman Hasil Seleksi CPNS Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2014



Pengumuman Hasil Seleksi CPNS di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2014, dapat dilihat di halaman web berikut :

25 December 2014

Ikan di Palung Terdalam Dunia


Pecahkan Rekor, Ilmuwan Temukan Ikan di Kedalaman 8.000 Meter

KOMPAS.com — Sejumlah peneliti memecahkan rekor menemukan ikan di kedalaman 8.145 meter di bawah permukaan laut atau terpaut nyaris 500 meter dari rekor sebelumnya.

07 December 2014

Penenggelaman Kapal Asing Pencuri Ikan








Pencurian ikan rugikan negara Rp101 triliun
Dokumentasi penangkapan lima warganegara Myanmar pencuri ikan, di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/5). Mereka bekerja di kapal nelayan berbendera Malaysia menggunkan pukat di perairan Indonesia. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

04 September 2014

Prees Confrence : Perjuangan KKP Menuai Hasil



Setelah beberapa saat lamanya, nelayan sulit dalam mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional melaut, kini angin segar pun datang pada nelayan. Harapan nelayan untuk kembali mendapatkan pasokan solar bersubdisi menemukan titik terang. Pasalnya, tak kurang dari sebulan lamanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tengah memperjuangkan nasib nelayan agar mendapatkan jatah solar bersubsidi, berhasil meyakinkan para pemangku kepentingan terkait agar segera membuka kembali kran pembatasan penyaluran BBM bersubsidi bagi nelayan. Hasilnya, alokasi pasokan BBM bersubsidi bagi nelayan di tahun 2014 sebesar 1.800.000 KL. Kesepakatan ini, sebagai bentuk sinergi KKP dengan Kementerian ESDM, Kementerian Dalam Negeri, BPH Migas dan Pertamina. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo di Jakarta, Kamis (4/9).


Sebagai informasi, dari hasil koordinasi KKP bersama pemangku kepentingan terkait telah dihasilkan lima kesepakatan penting dalam normalisasi pasokan BBM bersubsidi bagi nelayan. Kelima kesepakatan tersebut yakni, sampai akhir tahun ini, alokasi BBM bersubsidi/JBT Jenis Minyak Solar untuk nelayan mencapai 702.540 KL. Adapun rincian saluran dari PT. Pertamina sebesar 670.000 KL, PT. AKR sebesar 31.379 KL dan PT. SPN sebesar 1.160 KL. Kedua, untuk pengaturan dalam pendistribusian minyak solar bersubsidi akan dilakukan oleh pihak KKP bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan PT. Pertamina. Selain itu, untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) bersubsidi, KKP akan menyampaikan pembagian alokasi per wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki SPDN/SPBN/SPBB per 2 (dua) bulan dilengkapi dengan rencana volume pendistribusian BBM bersubsidi/JBT di masing-masing wilayah tersebut. “Dalam pembagian alokasi BBM bersubsidi per wilayah, KKP masih menunggu rincian kuota/alokasi dan rencana volume pendistribusian BBM bersubsidi/JBT dari masing-masing Daerah,” jelas Sharif.

Lalu kesepakatan keempat, yakni pendistribusian JBT kepada nelayan di suatu wilayah harus melalui penyalur SPDN/SPBN/SPBB yang ada di wilayah tersebut dan bila tidak terdapat penyalur tersebut maka dapat diambil di SPBU/APMS yang ditunjuk oleh Bupati/Walikota dan/atau Terminal BBM PT. Pertamina (Persero). Dan terakhir, KKP bersama-sama Kementerian ESDM, Kementerian Dalam Negeri, BPH Migas dan Pertamina akan menyiapkan rencana kebutuhan BBM bersubsidi/JBT khusus untuk nelayan Tahun 2015 per Kabupaten/Kota dengan nomenklatur khusus BBM bersubsidi untuk nelayan.

Sejalan dengan itu, untuk tahun 2014, KKP telah mengusulkan kuota BBM bersubsidi untuk sektor kelautan dan perikanan sebesar 2.795.147 KL. Adapun rinciannya yakni alokasi BBM untuk perikanan tangkap sebesar 1.195.147 KL dan perikanan budidaya sebesar 600.000 KL. Sementara, jika berkaca pada data tahun 2013, penyerapan BBM di tingkat nelayan hanya mencapai 1.698.424 Juta Kl. Untuk itu KKP meminta PT Pertamina selaku penyalur BBM bersubsidi agar menyampaikan data tentang penyerapan BBM para nelayan pada setiap titik distribusi BBM.

Seperti diketahui sebelumnya, dengan terbitnya UU No. 12 Tahun 2014 tentang APBN-P 2014, volume kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL. BPH Migas telah mengeluarkan surat edaran tentang pengendalian Solar dan Premium agar kuota sebesar 46 juta KL bisa cukup sampai dengan akhir tahun 2014. Disamping itu, melalui surat edaran BPH Migas No. 937/07/Ka BPH/2014 yang ditujukan kepada badan usaha penyalur BBM PSO yakni, PT. AKR, PT. SPN dan PT Pertamina (Persero) memuat perihal pengendalian konsumsi BBM tertentu tahun 2014. Adapun rincian yakni, BBM jenis minyak solar (Gas Oil) mulai 4 Agustus 2014 dilayani jam 08.00 – 18.00, BBM jenis minyak solar (Gas Oil) dikurangi 20 persen di lembaga penyaluran nelayan (SPBB/SPBN/SPDN/APMS) serta dalam penyaluran BBM mengutamakan kapal < 30 GT. Selanjutnya surat edaran BPH Migas menjelaskan bahwa pembatasan waktu penjualan Solar bersubsidi dilaksanakan untuk wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali akan dibatasi dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 18.00 untuk cluster tertentu. Penentuan cluster tersebut difokuskan untuk kawasan industri, pertambangan, perkebunan dan wilayah-wilayah yang dekat dengan pelabuhan dimana rawan penyalahgunaan solar bersubsidi. Sementara itu, untuk lembaga penyalur yang terletak di jalur utama distribusi logistik, tidak dilakukan pembatasan waktu penjualan solar.

Hasilnya, akibat dari pengendalian penyaluran BBM bersubsidi ini, harga komoditas pun mengalami lonjakan, hal ini lantaran pasokannya menurun karena berkurangnya hari melaut para nelayan. kondisi kelangkaan tersebut telah berdampak langsung kepada terjadinya pengurangan produksi, kenaikan biaya produksi dan kenaikan biaya distribusi. Sebabnya, BBM merupakan komponen terbesar dalam operasional nelayan, yakni sekitar 60 persen. Pada saat yang sulit tersebut, para pelaku usaha, khususnya pelaku usaha perikanan tangkap memerlukan bantuan dari berbagai pihak khususnya penyediaan BBM yang bersubsidi. Tercatat, saat ini nelayan Indonesia hanya memiliki 560.000 unit kapal, dimana 3000 kapal bertonase 30-100 Gross Ton (GT) dan sisanya merupakan nelayan kecil yang menggunakan kapal di bawah 30 GT. Padahal jika merujuk, data PT. Pertamina penyerapan BBM di tingkat nelayan per 31 Juli 2014 hanya sebesar 1.073.667 KL. Sementara untuk periode Agustus hingga akhir tahun 2014, kebutuhan nelayan akan BBM bersubsidi mencapai 702.540 KL.







Sumber : 

KKP Pacu Mutu Perikanan untuk Genjot Ekspor



Genjot ekspor, KKP Pacu Mutu Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan program peningkatan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan , sehingga dapat berdampak positif terhadap kenaikan nilai dan volume ekspor. Sebagai langkah nyata, KKP telah melakukan pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan pada Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala menengah hingga besar. Hasilnya di tahun 2013, capaian menggembirakan ditunjukkan dengan diterimanya 119 unit UPI ke negara mitra. Capaian yang melampaui target hingga lebih dari 200 persen itu, dikarenakan terbukanya pasar Asia seperti Korea, China, Vietnam sebagai tujuan pengembangan ekspor hasil perikanan. Adapun rincian masing-masing negara mitra diantaranya, Uni Eropa sebanyak 12 Unit, Kanada sebanyak 6 Unit, Korea sebanyak22 Unit, China sebanyak 38 Unit , dan Vietnam sebanyak 26 unit.Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo dalam acara soft launching operasional Instalasi Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM)Puspa Agro, di Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Rabu (3/9).


Sejalan dengan itu, KKP terus memperkuat keberadaan labotarium kesehatan ikan dan lingkungan di sentra budidaya udang, patin dan komoditas lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan melakukan pengawasan baik dari mutu dan keamanan pangan, hingga bimbingan dalam proses penangkapan, distribusi ataupun pengolahan.Sementara, untuk produk perikanan produksi skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), KKP telah memberikan Sertifikat Produk Pengguna Tanda SNI (SPPT SNI) kepada para pelaku UMKM. Disamping pemberian SPPT SNI, KKP juga terus berusaha meningkatkan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan UMKM dengan melakukan pembinaan dan pemberian Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) kepada UMKM produk perikanan.

Tercatat, sebanyak 73 unit UMKM telah mendapatkan SKP. Tak ketinggalan, KKP telah menyusun program penerapan in-line inspection (ILI) dan standarisasi serta sertifikasi instalasi karantina di 47 unit pelaksana teknis (UPT). Hasilnya, pada tahun 2013, persentase ikan dan produk perikanan impor, ekspor dan antar area yang disertifikasi bebas hama penyakit ikan karantina mengalami tren postif yakni sebesar 98,6 persen atau melebihi dari target yang dipatok sebesar 96 persen. Di sisi lain, KKP telah menerbitkan Sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebanyak 1.219 sertifikat dari target yang dipasang sebanyak 1.115 sertifikat.Selain sertifikat HACCP, KKP juga memfasilitasi para pelaku usaha dengan memberikan jaminan mutu dengan jaminan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), dan Health Certificate (HC) dengan menggunakan SNI sebagai acuan penerapannya.

Selain itu, dalam menjagajaminan kualitas mutu hasil perikanan, KKP meresmikan operasional KIPM hasil perikanan di Provinsi Jawa Timur. Dibangunnya fasilitas karantina ikan sebagai bentuk komitmen KKP dalam mendorong terciptanya standar mutu produk perikanan Indonesia. Instalasi seluas 20.000 m2 ini, berperan sebagai tempat atau fasilitas pemeriksaan produk perikanan impor, ekspor ataupun domestik yang masuk atau keluar melalui pelabuhan ataupun bandar udara di Jawa Timur. Fasilitas yang mulai beroperasi ini diharapkan memotong waktu tunggu pemeriksaan komoditas ikan.

Dipilihnya Provinsi Jawa Timur sebagai lokasi Instalasi KIPM, karena kawasan ini memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang terpandang pada sektor kelautan dan perikanan di dunia. Dengan kontribusi sebesar 14,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, Provinsi Jawa Timur menyumbang sebanyak kurang lebih sebanyak 1,1 juta ton dari total produksi perikanan tahun 2012 yang mencapai 15,26 juta ton. Selain itu, capaian produk perikanan Jawa Timur yang tersertifikasi kesehatan dan mutunya dalam dua tahun terakhir mencapai 252 ribu ton. “Penjaminan kesehatan dan mutu melalui sertifikasi ini akan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing, perlindungan sumberdaya perikanan serta keamanan pangan bagi konsumen,” jelas Sharif.

Berkaca dari data tersebut,maka Provinsi Jawa Timur memiliki peran penting dalam mendukung penguatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat melalui industrialisasi dengan pendekatan blue economy. Pasalnya, sebagai pusat Kawasan Timur Indonesia yang memiliki tingkat perekonomian yang cukup tinggi, KKP secara aktif menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan. Baik dari aspek penyelenggaraan penelitian, pengembangan, dan penerapan IPTEK, peningkatan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan, pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya, serta peningkatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

KKP berkonsistensi dalam percepatan pembangunan kelautan dan perikanan melalui industrialisasi, yang didasarkan pada konsep blue economy. Penerapan konsep blue economy dalam industrialisasi kelautan dan perikanan memiliki peran penting, untuk mengoreksi pola industrialisasi konvensional yang sering merusak lingkungan, boros sumberdaya dan energi, dan menimbulkan kesenjangan sosial. Sebagai informasi tambahan, di dalam forum the Fourth APEC Ocean-related Ministerial Meeting (AOMM4) yang dilaksanakan di Xiamen, Tiongkok. Indonesia dan FAO telah menggalang kerjasama pengembangan blue economy di Pulau Lombok. Karena itu, tidak berlebihan apabila Indonesia dinilai sebagai a leading country on blue economy.






Sumber :

03 September 2014

BBPPI Berubah Jadi BBPI

Foto: BBPPI Berubah Jadi BBPI  Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) saat ini berganti nama menjadi "Balai Besar Penangkapan Ikan" (BBPI). Balai tersebut merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Dirjen Perikanan Tangkap.  Kepala BBPI Semarang Bapak Ir. Bambang Ariadi mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 19/PERMEN-KP/2014 tanggal 16 Mei 2014, BBPPI mempunyai nomenklatur baru menjadi BBPI.  Memiliki tugas melaksanakan uji terap teknik pemanfaatan sumber daya ikan, pengujian dan serifikasi produk, serta dukungan dan kerja sama teknik pemanfaatan sumberdaya ikan. Susunan organisasi BBPI terdiri atas bidang uji terap teknik pemanfaatan sumber daya ikan, bidang dukungan kerja sama teknik, bidang pengujian dan sertifikasi produk, bidang tata usaha dan juga kelompok jabatan fungsional.  Bidang uji terap teknik pemanfaatan sumber daya ikan punya tugas melaksanakan inventarisasi, identifikasi, analisis, uji terap teknik sarana penangkapan ikan, penanganan hasil tangkapan ikan di atas kapal dan habitat sumber daya ikan.  Untuk bidang dukungan dan kerja sama teknik, bertugas melaksanakan dukungan dan kerja sama teknik, bimbingan teknis, penyebarluasan informasi teknik sarana penangkapan dan penanganan hasil tangkapan ikan di atas kapal, habitat sumber daya ikan, serta pengelolaan sistem informasi penangkapan ikan.  Untuk bidang tata usaha, bertugas melaksanankan penyusunan rencana dan program, pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian dan jabatan fungsional, persuratan, barang kekayaan milik negara, dan rumah tangga serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan.  Bidang pengujian dan sertifikasi produk mempunyai tugas melaksanakan pengujian persyaratan kesesuaian teknik, penyiapan bahan standar, dan sertifikasi produk sarana penangkapan ikan, penanganan hasil tangkapan ikan diatas kapal, dan habitat sumber daya ikan. Semoga Semakin Jaya......!!


Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) saat ini berganti nama menjadi "Balai Besar Penangkapan Ikan" (BBPI). Balai tersebut merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Dirjen Perikanan Tangkap.

Kepala BBPI Semarang Bapak Ir. Bambang Ariadi mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 19/PERMEN-KP/2014 tanggal 16 Mei 2014, BBPPI mempunyai nomenklatur baru menjadi BBPI.


Memiliki tugas melaksanakan uji terap teknik pemanfaatan sumber daya ikan, pengujian dan serifikasi produk, serta dukungan dan kerja sama teknik pemanfaatan sumberdaya ikan. Susunan organisasi BBPI terdiri atas bidang uji terap teknik pemanfaatan sumber daya ikan, bidang dukungan kerja sama teknik, bidang pengujian dan sertifikasi produk, bidang tata usaha dan juga kelompok jabatan fungsional.

Bidang uji terap teknik pemanfaatan sumber daya ikan punya tugas melaksanakan inventarisasi, identifikasi, analisis, uji terap teknik sarana penangkapan ikan, penanganan hasil tangkapan ikan di atas kapal dan habitat sumber daya ikan.

Untuk bidang dukungan dan kerja sama teknik, bertugas melaksanakan dukungan dan kerja sama teknik, bimbingan teknis, penyebarluasan informasi teknik sarana penangkapan dan penanganan hasil tangkapan ikan di atas kapal, habitat sumber daya ikan, serta pengelolaan sistem informasi penangkapan ikan.

Untuk bidang tata usaha, bertugas melaksanankan penyusunan rencana dan program, pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian dan jabatan fungsional, persuratan, barang kekayaan milik negara, dan rumah tangga serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan.

Bidang pengujian dan sertifikasi produk mempunyai tugas melaksanakan pengujian persyaratan kesesuaian teknik, penyiapan bahan standar, dan sertifikasi produk sarana penangkapan ikan, penanganan hasil tangkapan ikan diatas kapal, dan habitat sumber daya ikan.
Semoga Semakin Jaya......!!







Sumber : 

02 September 2014

Usaha Peningkatan Perikanan dan Kelautan di Indonesia

Indonesia International Seafood and Processing Expo 2014



Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dan wakil presiden Jusuf Kalla (JK), akan memfokuskan pengembangan industri kelautan dan perikanan Indonesia melalui empat program yang dicanangkan pada periode 2015-2025. 

Keempat program yang akan direalisasikan antara lain :
  1. Pembangunan sektor ekonomi kelautan yang ramah lingkungan, 
  2. Pengembangan pusat pertumbuhan ekosistem baru di sepanjang Alur Laut Kepulauan Indonesia, pulau kecil lainnya serta wilayah perbatasan, 
  3. Pencanangan konektifitas maritim melalui konsep tol laut, penambahan armada dan penggandaan pelabuhan dan 
  4. Menggalang sumber dana dari segi fiskal, swasta dan pembentukan Bank Maritim. 


Terdapat dua konsep dalam pembangunan tol laut, yaitu political base dan pendulum nusantara. Menurut Presiden Jokowi Widodo, pengembangan konektifitas tersebut perlu didukung dengan pembangunan industri galangan kapal lokal, sehingga Indonesia tidak tergantung pada kapal asing. 

Selain mencanangkan keempat program tersebut, Jokowi dan Jusuf Kalla juga menargetkan bahwa Indonesia akan memiliki 500 unit kapal modern dengan kapasitas di atas 30 GT yang tersebar sampai ke provinsi wilayah Maluku dan Papua. Ditambah dengan 1 juta hektar tambak tambahan. Sehingga usaha ini dapat meningkatkan perkembangan multiculture atau pembudidayaan perikanan laut dangkal, serta pengembangan industri jasa maritim. 








President Jokowi Widodo and vice president Jusuf Kalla are focusing marine and fisheries industry development with four programs within the periode of 2015-2025. 

The four programs are 
  1. The development of environmentally friendly marine economic sectors, 
  2. Expanding the growth of ecosystem along the archipelagoinclude the small islands and borders 
  3. Developing a maritime connectivity with the concept of sea toll, introducing new ports and vessels and 
  4. Mobilizing fiscal an private sector participations as well as the establishment of the Maritime Bank. 


Two basic concepts in building toll ocean are the political base and the Nusantara Pendulum by connecting the archipelago. According to the President Jokowi Widodo, the connectivity development needs to be supported by the development of the local shipbuilding industry, so Indonesia does not depend on foreign ships. 

In addition to the four programs, Jokowi and Jusuf Kalla also urge to have 500 units of modern ships with 30 GT capacity which will be allocated all along archipelago and up to area in Maluku and Papua. In line with, one million acres of ponds is needed to ameliorate multicultural development and the cultivation of shallow marine fisheries, as well as the development of the maritime services industry. 








Judul asli : 
Efforts Jokowi & Jusuf Kalla in Developing National Fisheries | Upaya Jokowi & Jusuf Kalla Dalam Meningkatkan Perikanan Nasional 

22 August 2014

Pantai Barat Amerika Diserang Makhluk Aneh

Velella velella
Velella velella


VIVAlife - Jutaan makhluk laut aneh mencemari pantai di California. Makhluk tersebut berukuran sebesar telapak tangan dan memiliki sirip. Fenomena ini pun membingungkan para wisatawan dan ilmuwan.


Director of education di Aquarium of the Pacific in Long Beach, California, David Bader mengatakan, makhluk laut aneh ini merupakan sejenis ubur-ubur. Tapi bedanya, mereka memiliki sirip bewarna biru.

"Nama ilmiahnya adalah Velella velella," kata Bader seperti dilansir laman CNN, Kamis 21 Agustus 2014.

Bader menjelaskan bahwa makhluk aneh ini terdampar ke pantai karena didorong oleh angin dan arus laut. Makhluk ini pertama kali muncul di Washington dan Oregon, dan pada pertengahan Juli mencapai San Francisco.

Hari ini beredar foto di Twitter yang memperlihatkan makhluk tersebut sudah mencapai pantai Silver Strand.

"Banyak orang mungkin tidak pernah tahu organisme seperti ini ada di dunia," kata Bader.

Menurut Julie Bursek dari NOAA Channel Islands National Marine Sanctuary, sulit melihat keberadaan makhluk aneh ini. Sebab, ketika muncul ke perrmukaan mereka terlihat seperti buih.

Meski warnanya biru dan transparan, mahluk yang mirip ubur-ubur ini mengeluarkan bau yang tidak sedap. Velella tidak beracun namun harus dihindari para pengunjung pantai.

"Bisa menyebabkan pedih di mata dan mulut," kata ahli kehidupan laut dan alam liar dari Oregon Department, Steve Rumrill, dikutip dari The Guardian.

Menurut Rumrill, Velella muncul rutin setiap musim semi. Namun kehadirannya kali ini termasuk tidak biasa. Jumlahnya lebih banyak dari biasanya. Rumrill pun yakin jika selain jutaan yang ada di tepi pantai ini masih ada jutaan lainnya yang mengapung di permukaan laut sebelum mencapai tepian.

"Perubahan iklim mungkin menjadi salah satu faktor tapi ini masih belum pasti. Arus angin membuat mereka ke sini. Angin tahun ini memang tak biasa juga," juru bicara Oregon Coast Aquarium, Erin Paxton.

Menurut Rumrill, meski banyak orang berpikir hewan ini adalah sejenis ubur-ubur, kenyataannya mereka adalah koloni dari mahluk kecil yang dikenal sebagai hydrozoa.

Ratusan hydrozoa itu berkumpul bersama untuk membuat sebuah perisai dari tubuh yang berwarna ungu dan berkilauan. Mereka menyatu seolah seperti satu hewan yang berjalan di permukaan laut.


© VIVA.co.id







Sumber :
Makhluk Aneh Menyerang Pantai Barat Amerika
Mirip ubur-ubur, namun sebenarnya adalah kumpulan hydrozoa.

08 August 2014

Raja Ampat Menjadi Kawasan Konservasi Ikan Pari

Raja Ampat Dijadikan Kawasan Konservasi Manta


Ikan pari atau yang dikenal sebagai manta terancam punah karena sering diburu untuk disulap menjadi hidangan mahal dan pengobatan. Kepulauan Raja Ampat sebagai salah satu habitat hewan langka tersebut. Kawasan taman nasional yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tersebut menjadi 7 daerah perlindungan laut terpisah untuk konservasi manta.

Indonesia memiliki dua spesies manta, yaitu manta karang (Manta alfredi) dan manta laut (Manta birotris). Sejak Februari 2014, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Surat Keputusan (No.4/KEPMEN/-kp/2014) yang melarang siapapun menangkap dan mengekspor manta dari laut di kepulauan Indonesia. Bahkan, laut Indonesia dijadikan kawasan konservasi manta terbesar di dunia.


"Berdasarkan pertimbangan surat keputusan, manta harus dilindungi di seluruh laut Indonesia dan dilarang untuk diekspor untuk generasi mendatang," jelas Sharif C. Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Manta Trust, badan konservasi dibawah pimpinan Sarah Lewis ini telah mengumpulkan data tentang manta di Kepulauan Raja Ampat. Pihaknya akan memonitor populasi dan menginvestigasi gerakan migrasi kedua spesies.Salah satu hasil dari penelitian itu adalah penemuan seekor manta betina yang tengah hamil di Manta Sandy, Kepulauan Raja Ampat. Hewan tersebut akan menjadi manta pertama di alam liar yang kelahirannya dipantau manusia.

Manta merupakan ikan kharismatik karena tingkahnya, tidak berbisa, tidak berbahaya, dan ramah dengan manusia. Hanya saja ketika bertemu dengannya, penyelam harus hati-hati karena bentangan sayap manta mencapai 7 meter. Manta harus dilindungi karena perkembangbiakan mereka begitu lambat. Seekor manta mencapai kematangan seksual pada usia 8-10 tahun, usia kehamilan pun berkisar 2-5 tahun.

Di Indonesia, segerombolan manta dengan mudah ditemukan di Raja Ampat, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu di Maluku, dan di selatan Bali dekat Nusa Penida.

Kepulauan Raja Ampat sendiri merupakan pulau di ujung barat Papua, terdiri 1.500 pulau yang  tampak cantik dikelilingi laut jernih berwarna biru dan toscha, empat pulau yang terbesar adalah Waigeo, Misool, Salawati dan Batanta. Seluas 4,6 juta hektar ini berada di jantung pusat segitiga karang dunia atau coral triangle.

Di sinilah berdiam pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia dan menjadi daya tarik bagi pecinta wisata bahari. Surga tropis ini juga adalah rumah bagi 1.000 spesies terumbu karang dan ikan, 5 jenis penyu yang terancam punah, 700 jenis moluska, serta 7 jenis kerang raksasa yang langka.



Judul asli : Raja Ampat Dijadikan Kawasan Konservasi Manta 

08 December 2013

Seafood Guide

  / ©: WWF-Indonesia

WWF-Indonesia percaya bahwa kita mampu menghadirkan ikan di meja makan dengan tetap menjaga jumlah populasi ikan, kelestarian lingkungan dan kesehatan ekosistem laut. Bila Anda memilih dengan hati-hati hidangan laut (seafood) yang anda nikmati, dengan cara memahami lebih jauh bagaimana pengelolaan perikanan dilakukan, Anda telah berkontribusi dalam melestarikan laut untuk masa depan.


Klik di sini untuk install aplikasi Seafood Guide WWF-ID untuk BlackBerry

Produk seafood dari Indonesia terancam kelangsungannya ketika tingkat konsumsi yang tinggi dan aktivitas penangkapannya sangat merusak memberi tekanan yang sangat tinggi pada populasi dan habitat ikan.
Sejak tahun 2005 WWF-Indonesia telah mengeluarkan panduan memilih seafood yang ramah lingkungan berupa cetakan kertas ukuran saku bagi konsumen seafood untuk memudahkan mereka mengetahui seafood yang terbaik dan seafood yang tengah mengalami tekanan konsumsi sehingga sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi. Sebagai sebuah dokumen yang selalu “hidup” dan berubah sesuai kondisi pendataan populasi terkini, WWF-Indonesia kemudian melakukan revisi pada tahun 2007, kemudian revisi kembali pada tahun 2009, dan akhirnya versi terakhir pada tahun 2011.

Sejak beberapa tahun terakhir ketika perkembangan teknologi telepon pintar berkembang pesat, kebutuhan penggunaan kertas dapat perlahan-lahan dikurangi. Edisi seafood guide 2011 sekarang sudah hadir dalam versi BlackBerry. Meskipun begitu, versi PDF dari seafood guide tersebut masih dapat diunduh dari link di samping

Berikut langkah-langkah sederhana untuk memasang aplikasi Seafood Guide versi BlackBerry:
Pastikan tipe BlackBerry anda sesuai dengan aplikasi ini; 83xx, 85xx, 93xx, 89xx, 97xx
Pastikan tipe langganan Blackberry anda mencakup BlackBerry Internet Service, atau kalau tidak silakan merujuk ke akses WIFI di sekitar anda.
 Untuk pengguna akses WIFI, pastikan penyetelan browser anda disesuaikan (Options > Advanced Option > Browser > Default browser configuration > Hotspot/Internet Browser)     
Silakan jalankan aplikasi Appworld.
Ketikkan “Seafood Guide”
Setelah muncul daftar pencarian, klik judul yang sesuai, lalu klik “download” dan tunggu sampai proses instalasi selesai
 Aplikasi siap dijalankan. Beberapa piranti memerlukan proses “restart”
Kami senantiasa memantau masukkan dan kritik serta saran, silakan masuk ke bagian “Umpan Balik” dalam aplikasi tersebut untuk menyampaikan respon atau kirim email ke marine@wwf.or.id


Sekarang Anda Tahu, Sekarang Anda Bisa Bertindak!
Fakta-fakta di balik perikanan kita:
 Lobster, ikan hiu dan kerapu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan menjadi dewasa
Lobster dan kerapu pada umumnya ditangkap dengan cara menyemprotkan racun. Racun tersebut juga membunuh terumbu karang dan satwa laut lainnya
Hanya sedikit lobster yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam. Sementara untuk saat ini masih sedikit teknologi yang mampu mengembangbiakkan lobster secara budidaya
Sirip ikan hiu diambil dari ikan hiu yang seringkali tertangkap dalam jaring atau rawai (longline), dimana lumba-lumba, penyu, burung dan satwa laut lainnya turut menjadi korban. Daging ikan hiu seringkali dibuang setelah siripnya dipotong
Juvenil ikan hiu semakin jarang ditemukan karena adanya penangkapan ikan hiu dewasa secara besar-besaran (penangkapan yang berlebihan atau over-fishing), sehingga tidak mampu memperbaiki populasinya
Udang ditangkap dengan menggunakan jaring pukan yang merusak ekosistem dasar laut di dekatnya, dan membawa tangkapan-sampingan (by-catch) antara lain penyu dan mamalia laut
Banyak juvenil udang yang tertangkap oleh nelayan, sehingga populasi udang semakin menurun akibat kurangnya regenerasi
Udang juga diternakkan dalam tambak, yang dibangun dengan menebang hutan bakau (mangrove) serta menggunakan bahan kimia yang buangannya dapat merusak ekosistem sekitarnya. Tanpa pohon bakau, garis pantai akan terkena erosi dan tempat perkembangbiakan alami ikan akan hilang
Hanya sedikit juvenil kerapu yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam akibat banyaknya predator termasuk manusia. Bahkan untuk jenis Kerapu Bebek, pengambilanya telah dilakukan sejak ukuran jari (fingerling) untuk ikan hias
Ikan karang seperti kakap, kerapu, baronang, ekor kuning, kambing-kambing dan butana, seringkali ditangkap dengan bahan peledak. Ledakan tersebut menghancurkan karang sampai puluhan tahun ke depan, dan kadangkala terumbu karang tidak mampu pulih
Ikan laut dalam seperti tenggiri, tuna dan bobara/kue dapat dijadikanmakanan yang lezat dan mudah diolah

Anda dapat menggunakan petunjuk berikut ini saat memilih seafood. Bila memungkinkan, mintalah seafood yang masuk dalam daftar TERBAIK (hijau). Ada beragam seafood yang sehat dan bergizi.

Berhati-hatilah dan perhatikan saat Anda memilih seafood dari daftar PERTIMBANGKAN (kuning). Produk-produk ini seringkali dihasilkan dari cara penangkapan yang tidak lestari atau tidak ramah lingkungan, dan secara umum populasi ikan dalam kategori ini mulai menurun.

Hindarilah memesan seafood dari daftar HINDARI (merah). Seafood dalam daftar ini mengalami penurunan populasi yang serius di alam dan dalam proses penangkapannya sangat merusak dan memungkinkan terjadinya by-catch terhadap satwa langka atau dilindungi.

16 November 2013

Air Laut Semakin Asam




KOMPAS.com — Lautan di Bumi sudah bertambah asam 26 persen sejak awal revolusi industri pada awal abad ke-20. Tingkat keasaman ini masih terus bertambah ke tingkat yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya. Perubahan ekstrem iklim dan kerusakan ekosistem laut pun mengancam. 


Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (14/11/2013), para peneliti mendapatkan emisi karbon dioksida dari aktivitas manusia merupakan penyebab lonjakan keasaman laut itu. Aktivitas manusia tersebut mencakup penggunaan bahan bakar berbasis fosil, alias bahan bakar minyak.

Laju pertambahan keasaman laut, menurut para peneliti ini, jauh lebih cepat dibandingkan pada 300 juta tahun lampau. Mereka pun memperkirakan pada 2100, keasaman air laut akan meningkat 170 persen dibandingkan dengan masa sebelum revolusi industri.

Laporan ini merupakan hasil dari simposium tentang samudra yang digelar pada September 2012. Simposium itu diikuti 540 pakar dari 37 negara, membahas beragam penelitian soal keasaman air laut. Penelitian yang lebih baru juga sudah dikembangkan sesudah simposium itu.


Dampak

Kecuali bila emisi karbon dioksida berkurang, ekosistem laut dipastikan akan semakin hancur dengan disertai perubahan iklim yang memburuk dari waktu ke waktu. "Satu-satuna pilihan mitigasi yang dikenal dan realistis pada skala global adalah membatasi tingkat CO2 di atmosfer," ujar para peneliti dalam simposium itu.

Lautan secara natural berperan sebagai "sinkhole" yang menyerap seperempat emisi karbon dioksida. Seiring peningkatan keasaman air laut, kapasitasnya untuk menyerap CO2 dari atmosfer juga menurun. "Ini mengurangi peran laut dalam perubahan iklim moderat," tulis para peneliti.

Ekosistem laut dipastikan juga bakal terdampak oleh peningkatan kadar asam air laut ini. Buktinya adalah kepunahan beberapa organisme dan berkembang pesatnya beberapa organisme lain seperti rumput laut.

Para peneliti pun menambahkan bahwa keasaman laut lebih cepat meningkat di daerah kutub utara. Hal ini karena air dingin diketahui lebih banyak mengandung CO2. Pencairan es di lautan dari kawasan ini juga menjadi masalah tambahan. 

"Dalam beberapa dekade ke depan, sebagian besar lautan kutub akan menjadi korosif terhadap organisme laut yang tak terlindungi lapisan berkapur," tulis para peneliti dalam laporan itu. Sementara itu, di daerah tropis, peningkatan keasaman laut ini akan menghambat pertumbuhan terumbu karang.

Simposium pada 2012 tersebut digelar atas kerja sama Komite Ilmiah tentang Penelitian Kelautan, Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO, dan Program Geosfer-Biosfer Internasional.

Sumber : CNN.com

Editor : Palupi Annisa Auliani