Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts
09 August 2015
08 August 2015
El Nino di Indonesia
El Nino siklus berulang 3-7 tahun.
Dampak el nino mulai bulan Juli 2015 yang paling parah berada di selatan ekuator, seperti Jawa, Bali, NTB, NTT.
Musim kemarau kering hingga November 2015.
30 May 2015
18 January 2015
Beasiswa Summer School di Jepang 2015
Beasiswa Summer School di Jepang 2015!
Hai, pemburu beasiswa Summer School dan pecinta Jepang! Berikut, admin SahabatGuru punya info penting bagi kalian, beasiswa Summer School ke Jepang! Check it out!
17 January 2015
Indonesia Summit 2015 : Cahaya baru atau fajar palsu?
Hanya beberapa bulan ke istilah presiden baru, The Economist Acara akan mempertemukan tokoh terkemuka dari pemerintah Indonesia baru, komunitas bisnis, akademisi dan organisasi internasional untuk diskusi terbuka dan provokatif.
Apa pertama pemerintah baru 100 hari di kantor memberitahu kita tentang prioritas kebijakannya?
Di daerah mana ia akan berjuang untuk melaksanakan agendanya?
Lebih mendasar, apakah model pertumbuhan Indonesia masih bekerja?
Apakah realitas rusak mitos janji di Indonesia?
Dan akan 2015 akan dikenang sebagai tahun cahaya baru atau fajar palsu?
29 December 2014
AirAsia QZ8501
Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 (QZ8501/AWQ8501) adalah pesawat Airbus A320 milik Indonesia Air Asia yang dinyatakan menghilang pada saat terbang dari Surabaya, Indonesia menuju Singapura pada tanggal 28 Desember 2014. dengan 155 penumpang dan 7 orang kru di dalam pesawat.
13 December 2014
Video Offline YouTube
YouTube Kini Bisa Tampilkan Video Offline
Nariswari Friday, 12 December 2014 15:28
Setelah sekian lama pengguna YouTube menanti fitur terbaru di YouTube yang memungkinkan untuk melihat video secara offline, kini akhirnya fitur itu mulai diperkenalkan oleh YouTube. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghemat bandwidth, dan akan berguna bagi mereka yang miskin koneksi internet.
07 December 2014
Penenggelaman Kapal Asing Pencuri Ikan
Dokumentasi penangkapan lima warganegara Myanmar pencuri ikan, di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/5). Mereka bekerja di kapal nelayan berbendera Malaysia menggunkan pukat di perairan Indonesia. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
21 September 2014
android one
Memperkenalkan Android One
Dunia ini penuh dengan potensi: orang-orang yang siap untuk meninggalkan jejak mereka dan perlu telepon ambisius seperti mereka. Pelajari lebih lanjut di http://android.com/one.
Demi 5 Miliar Berikutnya: Android One!
Pengetahuan adalah perubah permainan. Aku sudah lama terinspirasi oleh internet dan bagaimana membuka pintu untuk kesempatan. Ini menyediakan akses ke pengetahuan, tidak peduli siapa Anda atau di mana Anda berada. Tidak masalah jika Anda seorang pemenang Nobel di pusat penelitian kelas dunia atau seorang mahasiswa muda di sebuah sekolah pedesaan di Indonesia, dengan Google Search, Anda memiliki informasi yang sama di ujung jari Anda sebagai orang lain.
Kita melihat bagaimana orang-orang online dan mengakses informasi saat ini, semakin banyak melalui smartphone. Sementara 1,75 miliar orang di seluruh dunia telah memiliki smartphone, ada sebagian besar penduduk dunia -lebih dari lima miliar lebih- tidak memilikinya. Itu berarti kebanyakan orang hanya dapat melakukan panggilan suara sederhana, ketimbang terhubung dengan keluarga melalui video live chat, menggunakan aplikasi pemetaan untuk mencari rumah sakit terdekat, atau hanya mencari web. Kami ingin membawa pengalaman ini kepada lebih banyak orang.
Di situlah Android One masuk. At I / O (ajang yang diselenggarajan oleh Google), kami pertama kali berbicara tentang inisiatif untuk membuat smartphone berkualitas tinggi yang dapat diakses orang sebanyak mungkin. Dan hari ini kami memperkenalkan keluarga pertama ponsel Android One di India.
Mengatasi hambatan hardware,software dan konektivitas
Ada tiga alasan besar mengapa sulit bagi orang-orang di negara-negara seperti India, Indonesia atau Filipina untuk mendapatkan smartphone berkualitas tinggi. Pertama, adalah perangkat keras itu sendiri. Bahkan smartphone entry-level (harganya) masih di luar jangkauan bagi banyak orang (ingatlah bahwa di beberapa negara, pendapatan bulanannya rata-rata masih sekitar $250). Kedua, banyak orang tidak memiliki akses ke perangkat lunak Android terbaru dan aplikasi populer. Jadi, meskipun banyak jaringan 3G dan 4G tersedia, tidak banyak orang memiliki telepon yang dapat mendukung akses dan tarif yang mahal.
Android One bertujuan untuk membantu mengatasi tantangan ini. Dengan bekerja sama dengan pembuat ponsel dan chip silikon, berbagi referensi desain dan pilihan komponen, kami membantu mitra kami untuk lebih mudah membangun ponsel yang tidak hanya bagus untuk digunakan, tetapi juga terjangkau. Mereka memiliki banyak prosesor yang kuat, sehingga Anda bisa mendapatkan informasi dengan cepat. Mereka memiliki kamera kualitas tinggi. Bersama dengan aplikasi dan video, ponsel Android One akan memiliki penyimpanan yang luas. Kami juga menambahkan fitur yang sangat berguna, seperti kartu SIM ganda, baterai yang dapat diganti dan built-in radio FM.
Untuk membantu memastikan pengalaman yang konsisten, perangkat Android One perangkat akan menerima versi terbaru Android langsung dari Google. Jadi Anda akan mendapatkan semua fitur terbaru, up-to-date patch keamanan, dan keyakinan akan selalu mendapat dukungan update. Ini juga berarti perangkat Android One akan menjadi yang pertama bakal mendapatkan rilis L Android akhir tahun ini. Untuk mitra perangkat keras kami, mereka akan dapat menciptakan pengalaman yang disesuaikan dan tanpa harus mengubah perangkat lunak inti.
Dalam upaya untuk mengurangi biaya data, jika Anda memiliki kartu SIM Airtel, Anda akan mendapatkan update software ini gratis untuk enam bulan pertama. Sebagai bagian dari ini Airtel tawaran yang sama, Anda juga akan dapat men-download hingga 200MB per bulan senilai aplikasi favorit Anda (yang sekitar 50 aplikasi secara keseluruhan) dari Google Play-semua tanpa menghitung terhadap penggunaan data seluler.
Sundar Pichai, SVP, Android, Chrome & Apps
Sumber :

androidone
Lebih untuk datang
Ini hanyalah awal dari Android One perjalanan. Telepon pertama, dari mitra hardware kami Micromax, Karbonn, rempah-rempah dan pembuat chip MediaTek, yang tersedia mulai hari ini di India dari pengecer terkemuka mulai dari Rs 6.399. Kami juga bersemangat untuk menyambut lebih banyak mitra untuk program, termasuk produsen ponsel Acer, Alcatel OneTouch, ASUS, HTC, Intex, Lava, Lenovo, Panasonic, Xolo, dan pembuat chip Qualcomm. Kami berharap untuk melihat lebih berkualitas tinggi, terjangkau perangkat dengan layar berbagai ukuran, warna, konfigurasi hardware dan software disesuaikan pengalaman. Akhirnya, kami berencana untuk memperluas Android Salah satu program ke Indonesia, Filipina dan Asia Selatan (Bangladesh, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka) pada akhir tahun ini, dengan lebih banyak negara untuk mengikuti pada tahun 2015.
Akses demi akses ini tidak cukup. Dengan Android One, kita tidak hanya ingin membantu orang mendapatkan online, kami ingin memastikan bahwa ketika mereka sampai di sana, mereka dapat memanfaatkan kekayaan informasi dan pengetahuan web berlaku untuk semua orang.
Diposkan oleh Sundar Pichai, SVP, Android, Chrome & Apps
Sumber :
09 September 2014
MOMSEI (Monson Onset Monitoring and Its Social and Ecosystem Impacts)

ILMUWAN 10 NEGARA IKUTI KEGIATAN MOMSEI
Puluhan ilmuwan muda dari 10 negara lingkar pasifik barat ikut ambil bagian dalam kegiatan Monson Onset Monitoring and Its Social and Ecosystem Impacts (MOMSEI). Ajang pertemuan para peneliti muda ini sebagai upaya memahami dampak adanya pergeseran awal musim baik hujan maupun kemarau akibat perubahan iklim beserta interaksinya terhadap dinamika laut terhadap keseimbangan ekosistem dan pengaruhnya kepada sosial ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Achmad Poernomo di Jakarta, Selasa (9/9).
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kerentanan ini dipicu, salah satunya, akibat rendahnya kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim yang terjadi. Akibatnya, perubahan iklim berdampak cukup signifikan kepada para nelayan, berupa cuaca ekstrim yang semakin sering dan tidak dapat diprediksi, perubahan pola migrasi ikan dan daerah tangkapan. Selain itu, perubahan iklim juga mengakibatkan kenaikan suhu permukaan air laut, kenaikan paras muka air laut dan asidifikasi air laut.
Bersandar pada hal itu, KKP terus berkonsistensi dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim. Semisalnya, pada tingkat desa, KKP telah mengembangkan program peningkatan ketangguhan masyarakat pesisir. Program tersebut dinamakan Pengembangan Desa Pesisir Tangguh. Program ini menyasar 5 aspek yaitu Bina Manusia, Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif, Perbaikan Lingkungan dan Infrastruktur skala kecil, Pengembangan Kelembagaan, dan Peningkatan Ketahanan Masyarakat terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam. Selain itu, KKP telah melakukan upaya pemulihan ekosistem laut dengan melarang penangkapan ikan dengan cara merusak, mengurangi polusi dan sedimentasi, meningkatkan kualitas sumberdaya pesisir dan laut melalui upaya rehabilitasi, dan membangun dan mengelola secara efektif kawasan konservasi laut, serta meningkatkan upaya konservasi jenis ikan.
Sehubungan dengan itu, Achmad menjelaskan bahwa, Kegiatan MOMSEI adalah salah satu upaya KKP dalam mengantisipasi dampak dari perubahan iklim di tingkat regional. Kegiatan merupakan proyek percontohan dari Intergovernmental Oceanographic Commission Sub-Commission for the Western Pacific (IOC-WESTPAC). Proyek tersebut merupakan salah satu kegiatan South East Asia Global Ocean Observing System (SEAGOOS). Sementara, tujuannya adalah meningkatan kapasitas dan pengembangkan komunitas para ilmuwan muda di bidang kelautan sebagai landasan penting penguatan penelitian di kawasan Pasifik Barat. Selain itu, selama kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan materi dari para pakar Indonesia, Tiongkok, Thailand dan Amerika Serikat. Adapun, MOMSEI yang digelar selama lima hari itu (9-13), merupakan hasil dari penguatan kerja sama antara Badan Litbang Kelautan dan Perikanan Indonesia dengan First Institute of Oceanography (FIO) Republik Rakyat Tiongkok. Sejalan dengan itu, nantinya setiap peserta akan mendapatkan tugas akhir dalam menyampaikan bahasan dampak pergeseran awal musim terhadap ekosistem dan sosial masyarakat di masing-masing negara.
Seiring dengan meningkatnya permintaan capacity building maka kegiatan MOMSEI Summer School telah dilaksanakan sebanyak empat kali ,yaitu di Qingdao China pada tahun 2010, lalu di Phuket, Thailand di tahun 2011. Kemudian pada tahun 2012, kegiatan yang ketiga kembali digelar di Provinsi Qingdao, China. Terakhir di tahun 2013, kegiatan ini digelar di Terengganu, Malaysia. Secara khusus, selain peserta dari negara-negara peserta MOMSEI, juga menerima peserta dari negara-negara yang berbatasan dengan Teluk Benggala, seperti India, Bangladesh, Maladewa dan Sri Lanka yang masuk dalam kerjasama GEF/FAO Bay of Bengal Large Marine Ecosystem (BOBLME).
Sumber :
08 September 2014
Asia Pacific Media Forum (APMF)
Asia Pacific Media Forum (APMF) adalah acara tidak-untuk-keuntungan bagi para profesional yang terlibat dalam pemasaran, iklan dan media.
Diadakan setiap dua tahun sekali, APMF dirancang untuk memicu kemajuan pengetahuan, inspirasi, dan ide-ide baru . Ini menyoroti tren pada pergeseran lanskap media, kecepatan adopsi konsumen dan dampaknya terhadap bisnis.
Ini adalah proyek ‘labor-of-love’ dari para pemimpin industri dan dibangun dengan pola pikir dari industri untuk industri.
MEMENUHI STAKEHOLDERS
- APMF adalah salah satu forum media yang paling baik dieksekusi di wilayah APAC dengan speaker dan pakar industri kelas dunia.
- Ini adalah pertemuan siapa yang dalam pemasaran, iklan dan media industri. Bahkan, sejak awal APMF pertama pada tahun 2005, para delegasi yang menghadiri forum adalah mereka yang menguasai sekira lebih dari 90% dari anggaran iklan media di Indonesia, dan pengambil keputusan juga sangat berpengaruh dari seluruh wilayah.
- Ini adalah tanah yang ideal untuk memperkenalkan layanan baru, produk dan teknologi, tempat untuk mengeksplorasi kemungkinan dan peluang baru.
APMF 2014: CONNECT LEBIH
Mengusung tema besar "Connect Deeper", APMF 2014 membawa maju pemikiran kunci yang akan membentuk bagaimana pemangku kepentingan industri harus menemukan kembali, mengeksplorasi dan cetakan pemikiran baru di konsumen, merek dan media hubungan.
Sumber :
Connect Deeper
18-21 September 2014
Bali Nusa Dua Convention Center,
Indonesia
06 September 2014
Bisnis Rokok vs Anti Rokok
Minggu, 27 Juni 2010 , 17:00:00
Dari Buku Nicotine War, Anti Tesis Gerakan Anti Tembakau (1)
Bisnis Besar Dibalik Perang Anti Rokok
Aktivitas merokok menjadi komoditi bisnis industri farmasi, yang kini sedang gencar membunuh industri tembakau. Fenomena ini terungkap dalam Buku Nicotine War: Perang Nikotin dan Pedagang Obat. Sebuah buku terjemahan dari hasil riset dan kajian Wanda Hamilton, aktivis Fight Ordinances and Restrictions to Control and Eliminate Smoking (FORCES) International. Berbagai agenda pakar medis mengenai dampak merokok bagi kesehatan pun dipertanyakan kebenarannya,
Merokok selalu dikritik merusak kesehatan. Namun, melalui bukunya Nicotine War: Perang Nikotin dan Pedagang Obat- Wanda Hamilton membantah soal itu. Dalam risetnya, Wanda menyebut perdebatan soal rokok maupun produk tembakau bukan sekadar argumentasi teknis medis yang bebas nilai, tentang sehat dan tidak sehat. Tetapi, sudah memasuki ranah persaingan bisnis korporasi yang dilakukan oleh para pemain industri farmasi. Terutama, para produsen obat penghenti rokok, seperti permen karet Nicorette, Koyok Nicoderm dan Nicotrol, obat hisap dan semprot Nicotrol maupun Zyban
Menurut Wanda, produsen farmasi ini berada di belakang penggiat antitembakau yang belakangan ini sibuk mengkampanyekan bahaya-bahaya tembakau. Mereka ngotot menekan pemerintah, dan bahkan merasuk melalui organisasi masa (Ormas) untuk membuat regulasi pengetatan atas tembakau. Tidak cukup dengan regulasi, penggiat antitembakau juga masuk ke wilayah ormas untuk mengeluarkan fatwa, bahwa merokok itu dosa (haram red). Ketika penggiat anti tembakau sibuk berkampanye, korporasi -korporasi internasional yang diuntungan dari kegiatan ini sibuk menghitung peluang, meraup keuntungan dari bisnis nikotin.
Gencarnya perang global melawan tembakau diawali dengan lahirnya Prakarsa Bebas Tembakau (Free Tobacco Inisiative). Gerakan ini merupakan salah satu program WHO Cabinet Project. Dimana program ini merupakan implementasi dari Kebijakan WHO "Health for All in the 21ist Century" atau Kesehatan untuk Semua di Abad ke 21, dibawah kepemimpinan Direktur Jenderal WHO Dr. Gro Harlem Brundtland. Harlem adalah mantan Perdana Menteri Norwegia. Dokter dan politisi gaek yang terpilih menjadi pimpinan WHO pada Mei 1998.
Proyek Prakarsa Bebas Tembakau ini disponsori tiga korporasi farmasi, Pharmacia & Upjohn, Novartis dan Glaxowelcome. Kemudian ketiganya memproklamirkan kemitraan dunia di Forum Ekonomi Duni di Davos, Swiss tahun 1999. Dalam kesempatan itu, Brundtland juga menegaskan, bahwa ketiga koorporasi itu menjadi mitranya dalam memproduksi Nicotine Replacement Treatment (NRT).
Awal tahun 2000, dalam Konferensi Dunia tentang Tembakau dan Kesehatan ke 11 di Chicago kembali dikobarkan semangat memerangi tembakau. Ribuan pendukung, yang terdiri para praktisi kesehatan itu menyatakan sepenuhnya bebas dari asap tembakau. Alhasil, konferensi ini hanya membahas agenda tunggal mencari tahu, bagaimana melenyapkan iblis bernama tembakau dari muka bumi.
Tiga lembaga penggiat antitembakau menjadi tuan rumah kegiatan ini, American Medical Association, American Cancer Society dan Robert Johnson Foundation. Mereka menyebut Konferensi ini sebagai konferensi terbesar di dunia untuk para ahli pengendali tembakau. Untuk itu, tiga komunitas itu menggandeng beberapa sponsor, seperti American Heart Association, American Lung Association, US Conters for Disease Control and Prevention, dan masih banyak lagi, termasuk
dengan WHO yang bertindak sebagai tuan rumah kehormatan.
Sedangkan sebagai penyandang dananya, tercatat empat perusahaan koorporasi besar Glaxo Wellcome, Novartis, Parmacia dan SmithKline Becham. Dimana ke empat koorporasi itu memproduksi obat-obatan pengganti Nikotin. Begitu menonjolnya perusahaan farmasi dalam pertemuan ini, sehingga konferensi tersebut mirip dengan pekan raya obat-obatan dibandingkan sebuah konferensi kesehatan terbesar di dunia.
Salah satu sesi paling populer dalam pertemuan ini, adalah Pleno Nikotin. Pertunjukan terbesar yang disponsori oleh SmithKline Beecham (SKB), produsen Koyok Nicoderm dan permen karet Nicorrete. Dalam salah satu sesinya yang didukung SKB, dipimpin oleh Judith Wilkenfeld dari kelompok bebas tembakau untuk Anak, dan Karen Gerlach dari Robert Wood Johnson Foundation adalah kampanye Rokok Ringan: Masalah dan kemungkinan Solusinya. Melalui siaran persnya, SKB menegaskan bahwa pembahasan topik-topik tersebut di atas melalui pendekatan ilmiah dan kesehatan publik untuk melawan siasat industri tembakau.
Secara keseluruhan, konferensi Dunia tentang Tembakau dan Kesehatan ke 11 menjadi ajang promosi bagi industri farmasi. Namun, acara ini juga berhasil memperkokoh jaringan industri farmasi dengan organisasi-organisasi anti tembakau global, para pemuka kedokteran, WHO maupun badan-badan resmi pemerintahan federal AS. Koneferensi ini juga menghasilkan semangat - sebuah kesepakatan tak tertulis- bagi para aktivis anti tembakau untuk terus menggelorakan semangat demi mengambil kendali nikotin dari perusahaan tembakau.
Gerakan anti merokok sebenarnya sudah dipelopori oleh para ilmuwan dari Pharmacia sejak tahun 1962. Sebelum laporan pertama Surgeon General tentang dampak merokok bagi kesehatan. Sebuah riset pertama yang mengaitkan bahaya merokok dengan kesehatan paru-paru. Melalui gerakanya, Pharmacia nampaknya menyadari betul bahwa Nikotin adalah zat dalam tembakau yang mendorong kebiasaan - atau membuat ketagihan - bagi pemakainya.
Dan Pharmacia merupakan perusahaan pertama yang mengembangkan produk terapi pengganti nikotin pada tahun 1971, yang dengan memproduksi permen karet dengan merk Nicorette. Meski begtu, produk ini baru merambah pasar tujuh tahun kemudian yakni pada tahun 1978. Pada tahun itu pula SmithKlein Beecham kali pertama memasarkan Nicorette.
Pada awal tahu 1980-an Jed Rose seorang peneliti dari Duke University mematenkan penemuannya Koyok Nikotin Transdermal. Kemudian, koyok ini menjadi basis produk Nicoderm dari SmithKline dan produk Nicotrol dari Mcneil Consumer Products - anak perusahaan Johnson & Johnson. Kedua koyok itu, sebenarnya diproduksi oleh Pharmacia.
Pada tahun 1990-an perusahaan-perusahaan Pharmasi itu mulai membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga kesehatan publik. Dan pada tahun 1991- Robert Wood Johnson Foundation (RWJF) - pemegang saham tunggal terbesar Johnson & Johnson memulai program hibah anti tembakau, mendanai program-program anti tembakau dan riset kecanduan nikotin. Kemudian, pada tahun 1995 RWJF berhasil menempatkan wakilnya di Komite Antarlembaga AS untuk Rokok dan Kesehatan, membantu mengordinasi pengendalian tembakau nasional. Setahun berikutnya, 1996 Centers for Disease Control memasukkan RWJF sebagai mitra pengendalian tembakau.
Gebrakan RWJF kemudian diikuti korporasi industri pharmasin lainnya, seperti Glaxo Welcomme, Novartis dan Pharmicia yang pada tahun 1999 mengumumkan diri telah bermitra dengan WHO dan mencanangkan perang terhadap nikotin. Pada akhirnya, badan kesehatan publik global ini pun hanya bisa menari mengikuti iringan gendang yang ditabuh oleh perusahaan-perusahaan farmasi itu. Sebab, kampanye anti tembakau dimulai melalui menaikkan pajak tembakau, mencap jahat bagi nikotin, mengeluarkan larangan merokok dan berhenti merokok melalui produk-produk farmasi tertentu, kampanye berhenti merokok, serta menawarkan rangkaian penanganan bagi pecandu rokok.
Berbagai kampanye itu, kata Wanda Hamilton jelas hanya menguntungkan para produsen farmasi itu. Karena itu pula, perusahaan farmasi itu berani membiayai kampanye global untuk badan-badan pengendali tembakau global di Chicago pada tahun 2000, yakni Konferensi Dunia tentang Tembaau dan Kesehatan ke 11. Melalui langkahnya itu, perusahaan-perusahaan farmasi mengklaim sudah berada di jalur yang benar dalam memenangkan perang nikotin. (aj/jpnn -bersambung)
Sumber :
17 Juni 2014 | 11:48 wib
Smoke Free Rangers Gagas Pembuatan Permen Antrum
BERANGKAT dari keresahan mengamati perilaku masyarakat yang belum menyadari akan bahaya rokok dan kerugian di dalamnya, empat sekawan yang menyebut diri mereka SMOKE FREE RANGERS bersikeras menciptakan Desa Bebas Asap Rokok di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Tim solid yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro itu beranggotakan Widya Ratna Wulan (21), Rachman Ramadhana (22), Dewi Mulyaningsih (20), dan Nabilah Fairussiyah (19).
Mereka lalu menciptakan sebuah solusi konkrit untuk masalah ini salah satunya melalui pengembangan masyarakat kelurahan Meteseh menjadi Desa Bebas Asap Rokok.
Melalui pengajuan proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat yang akhirya didanai oleh Dirjen Perguruan Tinggi, keempat sekawan ini optimistis mampu menciptakan Tim Konseling Berhenti Merokok.
Adapun sasaran pemberdayaan mereka adalah ibu-ibu anggota PKK dan Sub Kesehatan Desa Kelurahan Meteseh yang dilatih untuk menjadi konselor bapak-bapak yang masih merokok agar berhenti merokok melaui inovasi baru, yaitu Permen ANTRUM (Anti Nicotin Citrus Gum) yang bermanfaat menghambat ketergantungan nikotin untuk merokok.
Langkah-langkah konkrit yang telah dilakukan oleh SMOKE FREE Rangers adalah mengadakan pelatihan rutin yang telah dilaksanakan pada (14/4), (15/5) dan (27/5).
Kegiatan dalam pelatihan tersebut yaitu Pelatihan awal tentang bahaya dan kerugian rokok, Pelatihan Konseling Berhenti Merokok untuk para ibu-ibu, sekaligus simulasi langsung menjadi konselor kepada bapak-bapak yang merokok,
Menariknya, selain pemberdayaan ibu-ibu PKK dan SKD Kelurahan Meteseh dalam hal konseling berhenti merokok, dilakukan juga pembuatan permen ATRUM yang mampu menghambat keinginan untuk merokok dan efek ketergantungan nikotin.
Pemen ANTRUM ini merupakan media penghambat ketergantungan nikotin pada perokok yang dikemas dalam permen rasa jeruk berdasarkan artikel ilmiah yang mereka dapatkan.
Permen ini sudah diuji coba oleh beberapa perokok aktif dimana sebelum merokok mereka mengkonsumsi permen tersebut dan ketika sudah merokok, efek dari permen tersebut adalah membuat rasa mual dan asam dalam mulut sehingga perokok aktif enggan merokok karena rasanya yang tidak enak.
Alasan lain mengambil sasaran ibu-ibu adalah karena mereka merupakan kepanjangan tangan masyarakat untuk kesehatan keluarganya terutama suami dan anak-anaknya yang dalam hal ini mereka adalah perokok.
Harapannya ibu-ibu ini setelah diberi pelatihan konseling berhenti merokok dengan media permen ANTRUM sebagai media promosi kesehatan stop merokok yang mereka produksi dan kemas secara mandiri, mampu menjadi konselor pribadi bagi keluarga dan masyarakat Kelurahan Meteseh sehingga jumlah bapak-bapak yang merokok berkurang, minimal jumlah rokok yang mereka konsumsi.
Seperti jargon yang mereka dengungkan, "Healthy Inside, Smoke Free Outside", keempat sekawan ini optimistis bapak-bapak yang merokok akan lebih sehat fisiknya karena tidak merokok, dan udara di lingkungan yang bersih karena bebas asap rokok.
(Widya Ratna Wulan/CN19)
Sumber :
04 September 2014
KKP Pacu Mutu Perikanan untuk Genjot Ekspor

Genjot ekspor, KKP Pacu Mutu Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan program peningkatan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan , sehingga dapat berdampak positif terhadap kenaikan nilai dan volume ekspor. Sebagai langkah nyata, KKP telah melakukan pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan pada Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala menengah hingga besar. Hasilnya di tahun 2013, capaian menggembirakan ditunjukkan dengan diterimanya 119 unit UPI ke negara mitra. Capaian yang melampaui target hingga lebih dari 200 persen itu, dikarenakan terbukanya pasar Asia seperti Korea, China, Vietnam sebagai tujuan pengembangan ekspor hasil perikanan. Adapun rincian masing-masing negara mitra diantaranya, Uni Eropa sebanyak 12 Unit, Kanada sebanyak 6 Unit, Korea sebanyak22 Unit, China sebanyak 38 Unit , dan Vietnam sebanyak 26 unit.Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo dalam acara soft launching operasional Instalasi Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM)Puspa Agro, di Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Rabu (3/9).
Sejalan dengan itu, KKP terus memperkuat keberadaan labotarium kesehatan ikan dan lingkungan di sentra budidaya udang, patin dan komoditas lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan melakukan pengawasan baik dari mutu dan keamanan pangan, hingga bimbingan dalam proses penangkapan, distribusi ataupun pengolahan.Sementara, untuk produk perikanan produksi skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), KKP telah memberikan Sertifikat Produk Pengguna Tanda SNI (SPPT SNI) kepada para pelaku UMKM. Disamping pemberian SPPT SNI, KKP juga terus berusaha meningkatkan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan UMKM dengan melakukan pembinaan dan pemberian Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) kepada UMKM produk perikanan.
Tercatat, sebanyak 73 unit UMKM telah mendapatkan SKP. Tak ketinggalan, KKP telah menyusun program penerapan in-line inspection (ILI) dan standarisasi serta sertifikasi instalasi karantina di 47 unit pelaksana teknis (UPT). Hasilnya, pada tahun 2013, persentase ikan dan produk perikanan impor, ekspor dan antar area yang disertifikasi bebas hama penyakit ikan karantina mengalami tren postif yakni sebesar 98,6 persen atau melebihi dari target yang dipatok sebesar 96 persen. Di sisi lain, KKP telah menerbitkan Sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebanyak 1.219 sertifikat dari target yang dipasang sebanyak 1.115 sertifikat.Selain sertifikat HACCP, KKP juga memfasilitasi para pelaku usaha dengan memberikan jaminan mutu dengan jaminan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), dan Health Certificate (HC) dengan menggunakan SNI sebagai acuan penerapannya.
Selain itu, dalam menjagajaminan kualitas mutu hasil perikanan, KKP meresmikan operasional KIPM hasil perikanan di Provinsi Jawa Timur. Dibangunnya fasilitas karantina ikan sebagai bentuk komitmen KKP dalam mendorong terciptanya standar mutu produk perikanan Indonesia. Instalasi seluas 20.000 m2 ini, berperan sebagai tempat atau fasilitas pemeriksaan produk perikanan impor, ekspor ataupun domestik yang masuk atau keluar melalui pelabuhan ataupun bandar udara di Jawa Timur. Fasilitas yang mulai beroperasi ini diharapkan memotong waktu tunggu pemeriksaan komoditas ikan.
Dipilihnya Provinsi Jawa Timur sebagai lokasi Instalasi KIPM, karena kawasan ini memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang terpandang pada sektor kelautan dan perikanan di dunia. Dengan kontribusi sebesar 14,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, Provinsi Jawa Timur menyumbang sebanyak kurang lebih sebanyak 1,1 juta ton dari total produksi perikanan tahun 2012 yang mencapai 15,26 juta ton. Selain itu, capaian produk perikanan Jawa Timur yang tersertifikasi kesehatan dan mutunya dalam dua tahun terakhir mencapai 252 ribu ton. “Penjaminan kesehatan dan mutu melalui sertifikasi ini akan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing, perlindungan sumberdaya perikanan serta keamanan pangan bagi konsumen,” jelas Sharif.
Berkaca dari data tersebut,maka Provinsi Jawa Timur memiliki peran penting dalam mendukung penguatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat melalui industrialisasi dengan pendekatan blue economy. Pasalnya, sebagai pusat Kawasan Timur Indonesia yang memiliki tingkat perekonomian yang cukup tinggi, KKP secara aktif menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan. Baik dari aspek penyelenggaraan penelitian, pengembangan, dan penerapan IPTEK, peningkatan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan, pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya, serta peningkatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
KKP berkonsistensi dalam percepatan pembangunan kelautan dan perikanan melalui industrialisasi, yang didasarkan pada konsep blue economy. Penerapan konsep blue economy dalam industrialisasi kelautan dan perikanan memiliki peran penting, untuk mengoreksi pola industrialisasi konvensional yang sering merusak lingkungan, boros sumberdaya dan energi, dan menimbulkan kesenjangan sosial. Sebagai informasi tambahan, di dalam forum the Fourth APEC Ocean-related Ministerial Meeting (AOMM4) yang dilaksanakan di Xiamen, Tiongkok. Indonesia dan FAO telah menggalang kerjasama pengembangan blue economy di Pulau Lombok. Karena itu, tidak berlebihan apabila Indonesia dinilai sebagai a leading country on blue economy.
Sumber :
31 August 2014
AEC 2015 / MEA 2015
| Sumber gambar : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/15/ 110024026/Ini.Pesan.SBY.soal.Masyarakat.Ekonomi.ASEAN.2015 |
AEC (ASEAN Economic Community)
disebut juga dengan
MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
dikenal juga sebagai
Pasar Bebas ASEAN
AEC adalah bentuk Integrasi Ekonomi ASEAN yang direncanakan akan tercapai pada tahun 2015. Apabila tercapai maka ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal dimana terjadi arus barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil yang bebas, serta arus modal yang lebih bebas di antara Negara ASEAN.
Tujuan AEC / MEA :
- Menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN
- Meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia
- Mendorong pertumbuhan ekonomi
- Mengurangi kemiskinan
- Menigkatkan standard hidup penduduk Negara Anggota ASEAN
Sumber :
28 August 2014
Twitter Akan Buka Kantor di Indonesia
Jaringan Sosial Badan Harapan untuk Tekan ke Fast-Growing Emerging Markets
Singapura-Twitter Inc tWTR + 2.85% rencana untuk membuka kantor di Indonesia dengan jumlah penduduk dalam tiga sampai enam bulan ke depan, seorang eksekutif mengatakan, menyoroti pentingnya pasar negara berkembang yang tumbuh cepat sebagai perusahaan berusaha pertumbuhan di masa depan.
Twitter Global Presiden Pendapatan dan Kemitraan Adam Bain mengatakan kepada The Wall Street Journal dalam sebuah wawancara bahwa kantor akan berbasis di ibukota, Jakarta, dan akan rumah penjualan dan tim pengembangan bisnis, antara staf lain.
Kantor Jakarta akan Twitter pertama di Asia Tenggara di luar kantornya di Singapura, yang dibuka tahun lalu, terutama untuk melakukan pekerjaan penjualan regional. Di tempat lain di kawasan Asia-Pasifik, Twitter memiliki kantor di Seoul, Tokyo dan Sydney.
Mr Bain mengatakan dia tidak bisa memberikan rincian tentang jumlah staf yang akan dipekerjakan untuk bekerja di kantor Jakarta.
"Anda melihat Indonesia dan Anda melihat ukuran penonton di sana dan bagaimana mereka menggunakan Twitter, dan itu super-menyegarkan," kata Mr Bain. "Secara keseluruhan itu akan menjadi kantor yang cukup lintas fungsional bagi kita dalam hal peran orang-orang di dalam kantor dan spesialisasi yang berbeda yang dimiliki tim."
Pasar negara berkembang yang tumbuh cepat seperti Indonesia sangat penting sebagai Twitter berusaha untuk meningkatkan para penggunanya dan pendapatan iklan di luar negeri. Perusahaan tidak keluar pengguna oleh negara, tapi para analis mengatakan Indonesia adalah salah satu pasar yang terbesar, dengan penduduk 240 juta orang, sekitar setengah dari mereka berada di bawah usia 30.
Pemilihan presiden Indonesia baru-baru ini adalah subjek dari hampir 95 juta tweets dari awal tahun ini, menurut data internal dari Twitter.
Twitter pada kuartal kedua mengatakan pendapatan lebih dari dua kali lipat menjadi $ 312.200.000, meskipun perusahaan tetap menguntungkan.
Perusahaan mengatakan telah 271 juta pengguna aktif bulanan, sekitar 75% di antaranya berada di luar AS Tapi Twitter berasal proporsi yang jauh lebih kecil dari pendapatan internasional.
Memperluas kehadirannya di negara-negara seperti Indonesia bisa membantu mengatasi tantangan itu, Mr Bain mengatakan, karena memiliki staf di sana akan memungkinkan perusahaan untuk bekerja lebih erat dengan pengiklan dan pemasar.
Awal pekan ini, Twitter mengatakan sedang membawa program periklanan untuk 12 pasar negara berkembang, terutama di Eropa Timur dan Tengah, menggarisbawahi ekspansi di luar negeri.
Facebook, FB -1,04% yang bersaing dengan Twitter untuk dolar iklan, Maret membuka kantor di Jakarta. Jaringan sosial yang dominan di dunia mengatakan memiliki beberapa 69 juta pengguna di negara tersebut. Facebook tidak mengungkapkan peringkat untuk pengguna dengan negara, tetapi perusahaan penelitian memperkirakan bahwa ukuran basis pengguna di Indonesia hanya menduduki peringkat di belakang mereka di Amerika Serikat, India dan Brazil.
"Bukaan global yang Kantor kami hanya terjadi selama 12 sampai 18 bulan," kata Mr Bain. "Ini benar-benar hari-hari awal bagi kita."
Menulis untuk Newley Purnell di newley.purnell @ wsj.com
Sumber:
23 August 2014
Ice Bucket Challenge (IBC)
| NBCNews |
KOMPAS.com - Demam Ice Bucket Challenge (IBC) atau sebuah gerakan menyiram diri sendiri dengan air es sebagai bentuk inisiatif menggalang dana memang sedang menjadi tren di dunia maya.
Banyak pelaku gerakan ini, mulai dari selebriti, tokoh publik, hingga orang biasa yang melakukannya hanya sekadar iseng. Namun, kita harus berhati-hati, pasalnya telah terjadi beberapa kasus telah menunjukkan ada bahaya kesehatan di balik Ice Bucket Challenge.
Risiko IBC pun tak main-main. Belum lama ini, bahkan beredar sebuah video seorang remaja Amerika Serikat bernama Sergio Cardozo yang dilaporkan meninggal di tempat, sehabis melakukan IBC bersama kedua temannya.
Dalam videonya, ia bersama dua temannya melakukan IBC dengan sebuah tong sampah berisi air dingin dan es. Tak lama kemudian, air dituangkan ke atas kepala Sergio dan tong sampah yang digunakan, dijatuhkan.
Meski telah mengenakan helm untuk melindungi kepalanya, Sergio langsung meninggal dunia setelah lehernya mengalami cedera akibat tertimpa tong sampah.
IBC yang berisiko
IBC sendiri adalah sebuah gerakan dengan tujuan yang positif. Gerakan yang dibuat sebagai salah satu kampanye menggalang dana untuk penelitian penyakit ALS atau dikenal dengan Lou Gehrig's Disease ini menantang seseorang untuk menyiram air es di kepalanya dan merekamnya dalam video. Nantinya, video tersebut akan diunggah di internet, disertai dengan donasi sekitar US$ 10 hingga US$ 100.
Namun, kegiatan yang populer di berbagai kalangan ini rupanya bukan tanpa risiko. Meski dianggap sebagai hal yang tak begitu berbahaya, dalam skala kecil, tantangan ini bisa menyebabkan cedera mata, akibat gesekan bongkahan kecil es pada kornea. Pelaku juga berisiko terkena hipotermia karena tekanan air es secara mendadak dan dalam jumlah banyak pada bagian kepala.
Bagi jantung
Siraman air es yang langsung dan mendadak pada kepala juga menyebabkan tubuh shock. Detak jantung pun akan langsung menurun dan menyebabkan ritme kerja jantung terganggu.
Dr Daniel Jurewitz, seorang kardiolog dari Santa Barbara mengungkap, inilah yang kemudian bisa memicu masalah pada kesehatan jantung dan kardiovaskular. "Pada orang-orang tertentu, meski secara tidak langsung, hal ini bisa menyebabkan serangan jantung hingga kematian," Jurewitz menjelaskan.
Pernyataan Jurewitz sendiri didukung oleh Dr Stephen Wealthall. Menurut Wealthall, menyiram air es pada kepala bisa menyebabkan refleks pada saluran udara untuk menutup laring. Akibatnya, detak jantung menjadi lambat, bahkan menyebabkan seseorang berhenti bernapas.
Sumber :www.intisari-online.com
Editor : Lusia Kus Anna
Judul asli : Risiko Kesehatan di Balik Tantangan Mandi Es
Sumber :
16 August 2014
Samsung Galaxy Alpha
KOMPAS.com - Setelah sempat dirumorkan selama beberapa waktu, minggu ini Samsung akhirnya resmi memperkenalkan Galaxy Alpha, ponsel pertamanya yang memakai bahan logam di bagian rangka atau frame.
Sebagaimana dilaporkan oleh The Verge, Galaxy Alpha adalah smartphone Android dengan bentang layar 4,7 inci (1280x720p) yang memiliki tubuh langsing. Tebalnya hanya 6,7 mm.
Spesifikasi lain mencakup prosesor 4 core atau 8 core (tergantung wilayah pemasaran), kamera 12 megapixel, RAM 2 GB, kapasitas media penyimpanan internal 32 GB, baterai 1.860 mAh, dan sistem operasi Android 4.4.4 Kitkat.
Galaxy Alpha rencananya akan mulai tersedia pada September mendatang, namun pihak Samsung belum mengumumkan harga perangkat ini.
Galaxy Alpha mengusung konsep desain baru dengan pinggiran berlapis logam. Di luar itu, penampilan Galaxy Alpha tak jauh berbeda dengan ponsel flagship Samsung, Galaxy S5. Cover belakangnya yang juga bertekstur bintik-bintik pun bisa dilepas.
Desain baru yang diusung Galaxy Alpha boleh jadi akan turut diterapkan pada Galaxy Note yang bakal diperkenalkan pada pameran IFA 2014 di Berlin, Jerman, awal September mendatang.
Judul asli : Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy Alpha
15 August 2014
Laboratorium Tercanggih di Dunia Ada di Indonesia
Liputan6.com, Jakarta Tak kalah dengan luar negeri, Indonesia juga ternyata memiliki laboratorium canggih yang bisa menangkal segala macam virus. Seperti Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Timur yang merupakan laboratorium rujukan Organiasasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pemeriksaan virus flu burung dan demam berdarah.
Seperti disampaikan Kepala Balitbangkes, Tjandra Yoga Aditama bahwa Indonesia memiliki laboratorium yang bisa meneliti virus polio, campak, Japanese Encehpalitis, flu burung dan demam berdarah. Selain itu, laboratorium ini ke depannya diharapkan jadi pusat penelitian Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) dan virus ebola.
"Kita punya teknologi juga yang juga bisa dipakai untuk meneliti ebola dan MERS atau disebut Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL3). Disini, berbagai virus bisa dikirim kemari untuk diteliti," katanya.
Meski laboratorium BSL3 saat ini hanya digunakan untuk meneliti virus penyakit menular seperti polio dan campak, tapi menurut Tjandra, alatnya bisa digunakan untuk pemeriksaan virus berbahaya lainnya.
Tjandra menerangkan, di Pusat Biomedik ada 5 laboratorium yang menjadi unggulan dan rujukan WHO sebagai berikut:
- Laboratorium virologi yang menjadi rujukan nasional untuk pemeriksaan Polio, Campak, Influenza.
- Laboratorium bakteriologi yang melakukan penelitian dan pelayanan kepada masyarakat mengenai makanan, minuman dan air secara Mikrobakterial.
- Laboratorium Parasitologi yang mempunyai banyak kemampuan seperti pemeriksaan dalam mengidetnsifikasi malaria, filaria, parasit dan protozoa usus serta vektor.
- Laboratorium Imunologi. Saat ini laboratorium ini hanya memiliki 1 peneliti dan 2 analis tetap. Sehingga penelitian yang sedang dikembangkan yaitu vaksin dengue subunit protein rekom-binan.
- Laboratorium Stem Cell. Saat ini, pemerintah dan pihak swasta bekerjasama dalam pengembangan stem cell.
- Laboratorium Biosafety Level 3
- Laboratorium Hewan coba dan Laboratorium Farmasi
(Gabriel Abdi Susanto)
by Fitri Syarifah
13 August 2014
WNI Bebas ke Jepang Tanpa Visa
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberi fasilitas bebas visa bagi warga negara Indonesia yang berkunjung ke negeri itu. Menurut dia, hal ini disampaikan secara resmi oleh Fumio Kishida, Menteri Luar Negeri Jepang, dalam kunjungannya, pada Selasa, 12 Agustus 2014.
"Beliau sampaikan secara resmi bahwa mereka sudah mengambil keputusannya. Tidak disebut kapan mulai berlakunya, tapi yang saya dengar pada Januari 2015 mulai berlaku," kata Marty.
Merespons kebijakan itu, Marty menyebut pemerintah Indonesia akan melakukan hal yang sama dengan memberikan fasilitas bebas visa bagi warga negara Jepang untuk berkunjung ke Indonesia. "Sesuai prinsip resiprositas, maka kita memulai langkah ke arah pembebasan visa bagi warga negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia."
Meski tak menyebut waktu pasti, Marty menyatakan kebijakan itu akan dilakukan secepatnya. "Alangkah baiknya kalau bisa dilakukan secara sinergis, kita lakukan secara serentak."
Secara internasional, rezim visa sendiri memiliki empat tingkatan. Pertama, yang paling ketat, warga negara asing yang akan masuk ke negara lain perlu calling visa. Kedua, visa biasa. Ketiga, visa yang diminta saat baru tiba di suatu negara atau visa arrival. Terakhir adalah bebas visa. Saat ini Indonesia baru menerapkan kebijakan bebas visa kepada negara-negara ASEAN dan empat negara lain.
Langkah ini diambil mengingat kuantitas dan kualitas warga dari dan ke Jepang. Jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia cukup besar, terakhir tercatat mencapai 500 ribu orang. Dengan kebijakan bebas visa ini, dia memperkirakan arus wisatawan Indonesia ke Jepang dan sebaliknya akan meningkat. Marty mengatakan bukan hanya jumlah wisatawan yang besar, selama ini pula wisatawan Jepang di Indonesia dinilai berkontribusi baik dan tidak ada masalah yang pernah timbul.
Judul asli : Januari 2015, WNI Bebas ke Jepang Tanpa Visa
Oleh : ATMI PERTIWI
Subscribe to:
Posts (Atom)