Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

13 August 2014

WNI Bebas ke Jepang Tanpa Visa

Januari 2015, WNI Bebas ke Jepang Tanpa Visa  

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberi fasilitas bebas visa bagi warga negara Indonesia yang berkunjung ke negeri itu. Menurut dia, hal ini disampaikan secara resmi oleh Fumio Kishida, Menteri Luar Negeri Jepang, dalam kunjungannya, pada Selasa, 12 Agustus 2014. 


"Beliau sampaikan secara resmi bahwa mereka sudah mengambil keputusannya. Tidak disebut kapan mulai berlakunya, tapi yang saya dengar pada Januari 2015 mulai berlaku," kata Marty.

Merespons kebijakan itu, Marty menyebut pemerintah Indonesia akan melakukan hal yang sama dengan memberikan fasilitas bebas visa bagi warga negara Jepang untuk berkunjung ke Indonesia. "Sesuai prinsip resiprositas, maka kita memulai langkah ke arah pembebasan visa bagi warga negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia." 

Meski tak menyebut waktu pasti, Marty menyatakan kebijakan itu akan dilakukan secepatnya. "Alangkah baiknya kalau bisa dilakukan secara sinergis, kita lakukan secara serentak." 

Secara internasional, rezim visa sendiri memiliki empat tingkatan. Pertama, yang paling ketat, warga negara asing yang akan masuk ke negara lain perlu calling visa. Kedua, visa biasa. Ketiga, visa yang diminta saat baru tiba di suatu negara atau visa arrival. Terakhir adalah bebas visa. Saat ini Indonesia baru menerapkan kebijakan bebas visa kepada negara-negara ASEAN dan empat negara lain.

Langkah ini diambil mengingat kuantitas dan kualitas warga dari dan ke Jepang. Jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia cukup besar, terakhir tercatat mencapai 500 ribu orang. Dengan kebijakan bebas visa ini, dia memperkirakan arus wisatawan Indonesia ke Jepang dan sebaliknya akan meningkat. Marty mengatakan bukan hanya jumlah wisatawan yang besar, selama ini pula wisatawan Jepang di Indonesia dinilai berkontribusi baik dan tidak ada masalah yang pernah timbul. 







Judul asli : Januari 2015, WNI Bebas ke Jepang Tanpa Visa  
Oleh : ATMI PERTIWI

12 August 2014

Bipolar Disorder

(Foto:Think Stock/Hongqi Zhang)

Bipolar disorder merupakan salah satu gangguan jiwa yang bersifat episodik. Bipolar disorder dipicu oleh ketidakseimbangan cairan kimia (neurotransmitter) di dalam otak. Akibatnya, otak yang berfungsi menyampaikan rangsangan (termasuk perasaan) bisa terganggu kinerjanya.

"Itulah kenapa dinamakan bipolar (dua kutub emosi). Suatu waktu bisa saja seseorang happy dan bersemangat, tapi di waktu yang tidak jauh berselang, seketika dia jadi murung," jelas psikolog Sani B Hermawan kepada Metrotvnews.com, Senin (11/8/2014).


Sementara itu, National Institute of Mental Health Amerika Serikat, menyebutkan, ada faktor internal maupun eksternal yang bisa memicu penyakit ini. Faktor internal mengacu pada gen. Dalam hal ini sebuah peneltian menyebutkan, semakin tua umur laki-laki ketika istrinya mengandung, maka semakin tinggi risiko anaknya terkena bipolar. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan mutasi gen yang mengatur perkembangan kelainan syaraf yang menyebabkan kelainan pada DNA.

Pada faktor eksternal, gangguan bipolar erat kaitannya dengan kehidupan masa lalu yang pernah dihadapi penderita. Dalam hal ini, pasien bipolar kemungkinan memiliki riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan, tekanan dari dalam diri maupun luar, atau pernah mengonsumsi narkoba dan sejenisnya.

Lebih lanjut, kelainan ini biasanya dimulai pada awal usia remaja atau pada akhir masa dewasa. Setengah dari semua kasus, dimulai sebelum usia 25 tahun.

Ada empat episode emosi yang bisa dirasakan para penderita bipolar disorder, di antaranya:

Mania
Pada episode ini, penderita seolah-olah memiliki rasa bahagia dan semangat yang luar biasa. Tak jarang, penderita pun mengalami kesulitan tidur karena merasa sangat produktif. Lebih ekstrem dari itu, mereka kadang berpikir tak membutuhkan orang lain karena rasa percaya diri yang berlebihan.

Hipomania
Tak jauh berbeda dengan mania. Meski demikan, pada episode hipomania, seorang bipolar akan merasa lebih tenang. Dalam hal ini, episode hipomania-lah yang paling sulit terdeteksi karena gejalanya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang sedang bahagia, meskipun efeknya bisa sama seperti mania.

Depresi
Berbeda dengan mania dan hipomania, depresi digambarkan sebagai situasi murung yang penuh dengan tekanan. Jika tak tertangani dengan baik, penderita bipolar yang mengalami episode emosi ini bisa terjerumus ke hal-hal negatif, seperti bunuh diri.

Campuran
Pada episode ini, emosi mania dan depresi berkolaborasi menjadi satu. Contoh, ada seseorang yang sangat bersemangat dalam bercerita, namun yang dibicarakan hanya soal kejelekan dan hal-hal yang negatif.

Secara sederhana, bipolar dibagi menjadi dua tipe, yakni bipolar disorder I dan bipolar disorder II. Pada bipolar I, penderita banyak ditemukan mengalami episode manic. Sementara pada tipe II, penderita cenderung didominasi emosi pada episode depresi, dan tidak pernah mencapai manic.

Dalam perkembangan kasusnya, penelitian Dunner pada Journal Bipolar Disorder (2003) menyebutkan, prevalensi penderita bipolar tipe I cenderung sama pada pria dan wanita. Namun pada bipolar disorder tipe II, prevalensi penderita wanita jauh lebih banyak dibanding pria yakni 2:1. 
(Ros)







Judul asli : Marshanda Divonis Idap Bipolar Disorder, Penyakit Apa itu?
Oleh : Nia Deviyana - 11 Agustus 2014

01 August 2014

Urbanisasi Pasca Mudik

Masalah urbanisasi bukan hanya masalah pemerintah kota. Urbanisasi merupakan indikasi gagalnya pemerintah memeratakan "kue" pembangunan. Tingkat urbanisasi 66%, merupakan indikasi perluasan perkotaan. Pertanian berubah menjadi kawasan ekonomi industri. 

Sisi positif urbanisasi :

  • Mengisi tenaga kerja di sektor informal, seperti tenaga kebersihan, pelayan toko,dll., dengan  gaji yang lebih murah. Dengan demikian dapat menekan biaya produksi.

Sisi negatif urbanisasi : 
  • Bagi yang kalah bersaing akan terjadi banyak pengangguran, dan kriminalitas yang tinggi.

Alternatif pemecahan masalah :
  • Peraturan dari pemerintah. Perlu ada surat: Kota utama & Kota kedua. 
  • Otonomi sudah diberikan. Tumbuh kembangkan ekonomi di daerah. Kepala daerah harus bisa mensejahterakan rakyatnya, jangan biarkan penduduknya pindah ke kota lain. "Kantong Gula" harus disebar. 
  • Beri ruang untuk usaha-usaha kreatif. Tingkat pendidikan semakin bagus, lalu di mana peluang kerjanya. 
  • Cari pemerintah daerah yang berjiwa entrepreneurship, jangan yang hanya cari kekuasaan. 
  • Balai Latihan Kerja yang bagus. 
  • Permudah birokrasi perijinan usaha, jangan dipersulit.


Sumber : 8-11 Show, Metro TV

Pembangunan Desa dengan UU Desa

Undang Undang Desa mengamanatkan uang untuk pembangunan desa (yang sebelumnya melalui kementerian/lembaga/provinsi/kabupaten/kecamatan), akan langsung ke desa. Satu desa akan mendapat rata-rata 1 Milyar, dengan range 800 juta hingga 1,4 Milyar.


Bagaimana pengawasan Dana Desa? 
Yang melakukan pembangunan bukan perangkat. Yang membangun adalah panitia pembangunan. Perangkat hanya mengawasi. 
Jika melalui provinsi atau kabupaten seperti selama ini, maka ada istilahnya "dukun sunat".


Lalu apakah pengelola desa sudah siap?
  • Perangkat desa sudah dibekali oleh pelatihan-pelatihan. 
  • Panitia pembangunan desa sudah dibentuk.
  • Pendampingan oleh pelaku pemberdayaan.



Sektor apa yang dikedepankan?
Sektor pertanian (termasuk perkebunan, peternakan, perikanan). Pertanian merupakan jati diri Bangsa Indonesia sebagai negara agraris. Saat ini padi & jagung tidak panen, petani beralih ke sayur. Di pasar tradisional terong seharga Rp2.000, di pasar swalayan terong mencapai Rp18.000. Apa yang salah?

Permasalahan di bidang pertanian : 
  • Makin sedikit tanah/lahan pertanian. Lahan berubah menjadi perumahan, ruko, industri.
  • Makin sedikit bibit. Bibit tidak dibuat petani sendiri.
  • Makin sedikit pupuk. Pupuk dikuasai (dimonopoli) tengkulak.
  • Bahaya pestisida bagi kesehatan generasi mendatang. Australia sudah melarang penggunaan pestisida.



Sektor apa lagi yang dikedepankan?
  • Kesehatan. Jika penduduk sehat, semua akan berjalan baik.
  • Pendidikan. Investasi generasi masa depan. 
  • Infrastruktur. Dengan sarana dan prasarana yang baik, semua akan berjalan lancar, efektif, efisien.



Final statement :
  • Undang-Undang Desa salah satu cara menjalankan macetnya pembangunan ekonomi desa.
  • Pembangunan satu kawasan region tertentu. 
  • Mengadopsi keberhasilan program-program pembangunan dan pemberdayaan yang sudah ada.




Sumber : Bincang Pagi MetroTV

25 July 2014

Pelatihan Pendamping Lokal PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Tahap 2)




Pelatihan Pendamping Lokal (PL) Tahap II PNPM-MPd Provinsi Jawa Timur TA. 2014, dilaksanakan oleh Satker PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Timur, dalam rangka Peningkatan Kinerja Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2014. Tema pelatihan adalah "Upaya Peningkatan Peran Pendamping Lokal dalam Mendorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat". Pelatihan dilaksanakan di Hotel Ollino Garden, Kota Malang.
Tim Pelatih dari KMW Provinsi (Tim Konsultan Manajemen Wilayah di Provinsi) / RMC (Regional Management Consultan) IV Provinsi Jawa Timur, Faskeu, Ass Faskab. Peserta pelatihan adalah Pendamping Lokal (PL) dari Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sumenep. Akun facebook sebagian Tim Pelatih, OC, dan Peserta dapat dilihat di link grup facebook ini.



Upacara Pembukaan (Opening Ceremony
Pembukaan dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2014, yang dihadiri oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur, PjO-Prov (Penanggung Jawab Operasional Provinsi) Jawa Timur (Ir. Hadi Sulistyo, M.Si), KorProv Jawa Timur, Tim Pelatih, OC (Organizing Committee), serta seluruh peserta pelatihan.
  1. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Republik Indonesia "Indonesia Raya" 
  2. Pembacaan Do'a
  3. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan oleh Ketua Pelaksana (Bandung Djatmiko, ST, M.Si)
  4. Sambutan dan Pembukaan oleh Kepala Bapemas Jatim (Drs. Zarkasi, M.Si). Dalam sambutannya, Kepala Bapemas memberikan motivasi, arahan, dan gambaran program ke depan. Berikut ini beberapa kutipannya : 
"... Panjenengan adalah orang provinsi yang ditempatkan di daerah masing-masingDengan bekerja sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, Panjenengan sekalian akan mendapatkan double reward sekaligus, yaitu di dunia dan di akhirat karena bersinggungan langsung dengan RTM. ..."
"... Saudara di sini, akan diberi bimbingan (dilatih) dalam rangka Peningkatan Kinerja PNPM-MPd. Setelah dari sini, Panjenengan harus (must) memiliki tambahan : Basic knowledge (pengetahuan dasar), Skill (keterampilan, kepandaian), and Attitude (sikap, perilaku) yang baik. ..."
"... Suatu saat Kami akan berkunjung ke daerah Panjenengan, bukan untuk mencari masalah atau mencari kekurangan, namun untuk bersilaturahmi. ..."
"... Saat ini adalah jaman transparansi dan keterbukaan, jika  Panjenengan ada hal yang ingin didiskusikan silakan hubungi kantor beserta seluruh kontak yang disediakan. Selain itu, Panjenengan bisa langsung hubungi nomor pribadi Saya di 0811315xxx (xxx disembunyikan oleh penulis, karena alasan privasi), dengan syarat sertakan nama dan lokasi  Panjenengan. ..."
"... Selain PNPM Mandiri Perdesaan, kita telah mengenal Jalin Kesra (Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat), ke depan kita akan ada Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera). Program tersebut akan segera dilaunch oleh Bapak Gubernur Jatim. ..."

Kepala Bapemas Provinsi Jawa Timur Drs. Zarkasi, M.Si, saat memberikan sambutan dan membuka pelatihan



Pelatihan
Pelatihan menggunakan metode POD (Pendidikan Orang Dewasa). Posisi pelatih adalah sebagai fasilitator dengan mengutamakan eksplorasi dari peserta. Selama pelatihan, fasilitator tidak hanya menjadi sumber informasi tetapi menggali informasi dari peserta melalui diskusi, tanya jawab, serta presentasi.
Pelatihan tidak hanya teori saja, namun disertai dengan ekspose, penggalian gagasan, explore, serta evaluasi. Harapannya bisa terjadi alih ilmu (transfer of knowledge) antara pelatih dan pendamping lokal, serta saling  sharing antar pendamping lokal.


Peserta merupakan pelaku PNPM MPd,  maka suasana pelatihan menjadi sangat hidup, peserta menjadi sangat antusias dan aktif dalam berdiskusi dan sharing terkait kondisi pengelolaan dana bergulir di masing-masing daerah.


Posisi duduk menggunakan model round table / restaurant style (ala ILC / ILK), sehingga lebih menunjang kegiatan pelatihan.


Materi yang disampaikan saat pelatihan, adalah : 
  1. Review Tupoksi Pendamping Lokal. Materi disampaikan oleh Koordinator Provinsi PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Drs. Rohmat Puji Purnomo, M.Si)
  2. Permasalahan dan Kendala Lapang Terkait Teknis Kerja sebagai Pendamping Lokal. Materi disampaikan oleh Asisten SP2M (Willibrordus Hadi Sulistija, SH) 
  3. Perspektif Pengembangan Usaha Kelompok. Materi disampaikan oleh (Hartono) 
  4. Pengembangan Jaringan Kerjasama Kelompok. Materi disampaikan oleh Ass Faskab Bojonegoro (Singgih Nugroho)
  5. Mekanisme Perguliran Kelompok. Materi disampaikan oleh Faskeu Sumenep (Kustaji) 
  6. Safeguard Pengendalian Perguliran. Materi disampaikan oleh Fasilitator Keuangan Gresik (Hari Laksono)
  7. Fasilitasi Penanganan Pinjaman Bermasalah. Materi disampaikan oleh Asisten Training PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Anis Yudyawati, ST)
  8. Penanganan Pinjaman Bermasalah dari Perspektif Hukum. Materi disampaikan oleh Asisten SP2M (Willibrordus Hadi Sulistija, SH) 
  9. Strategi Pengembangan Ekonomi Desa. Materi disampaikan oleh Ass Fasilitator Kabupaten Ponorogo (Setyo Rini, S.TP)



Penutupan
Penutupan diawali dengan pembacaan kesimpulan dari seluruh kegiatan pelatihan, mulai dari awal hingga akhir, yang mencakup :
  • Summary materi pelatihan ; 
  • Summary dari hasil ekspose, penggalian gagasan, explore, evaluasi ; 
  • Aspirasi dan harapan dari para peserta. 



Acara dilanjutkan dengan do'a, dan diakhiri dengan saling bersalaman.



Kegiatan pelatihan ini merupakan pelatihan tahap II yang sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan tahap I. Akhirnya, selamat bertugas.
Mari bersama membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera.


Sampai jumpa lagi...















Tags : 
PL-KDB
PLKDB
Pendamping Lokal Kegiatan Dana Bergulir
PL-UPK
PLUPK
Pendamping Lokal UPK
Pendamping Lokal Unit Pengelola Kegiatan
PL Perguliran
Pendamping Lokal Perguliran
PLDB
Pendamping Lokal Dana Bergulir

04 July 2014

Swing Voter Yang Tertarik Pada Program Nyata


Penulis masih swing voter, namun berita yang penulis copasus (copy > paste > susun) dibawah ini, cukup menarik.
Tentu hal ini telah didahului dengan mengamati visi misi serta panduan yang telah dibahas di Prabowo-Hatta > atau < Jokowi-JK
Mari kita lihat, cermati (realistis atau tidaknya), kawal, serta awasi realisasi dari 9 Program Nyata tersebut.
Penulis tidak bertujuan untuk mengarahkan atau mengintervensi pilihan pembaca ke salah satu pasangan capres cawapres, jadi silakan pembaca tentukan sendiri pasangan capres-cawapres yang paling baik.
Salam

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Metrotvnews.com, Bandung: Pasangan nomor urut dua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menyampaikan sembilan program nyata ketika keduanya terpilih menjadi Presiden-Wakil Presiden RI. Program ini disampaikan oleh keduanya di Bandung, Kamis, 3 Juli 2014.

Jokowi berharap program-program ini dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat saat menggunakan hak pilihnya pada 9 Juli 2014.

"Ini penting sekali untuk diketahui masyarakat, agar hal-hal nyata perlu dilihat agar bisa dipakai untuk menentukan pilihan," ujar capres yang diusung oleh PDIP-NasDem-PKB-Hanura-PKPI itu, Kamis.

Berikut sembilan program nyata Jokowi-JK:
  1. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI, dan Polri secara bertahap selama lima tahun. Termasuk program remunerasi PNS akan dituntaskan ke tingkat pusat dan diperluas sampai ke level daerah.
  2. Mensejahterakan desa dengan mengalokasikan dana desa di mana setiap desa rata-rata Rp1,4 miliar dalam bentuk program bantuan khusus dan menjadikan perangkat desa menjadi PNS secara bertahap.
  3. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp1 juta setiap bulannya untuk keluarga prasejahtera, sepanjang pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 7%.
  4. Program kepemilikan tanah pertanian untuk 4,5 juta kepala keluarga. Pembangunan/perbaikan irigasi di 3 juta hektare sawah. Pembangunan 25 bendungan, 1 juta hektare lahan pertanian baru di luar Jawa. Pendirian bank petani dan UMKM serta penguatan Bulog.
  5. Perbaikan 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia dan membangun pusar pelelangan, penyimpanan dan pengelolaan ikan.
  6. Menurunkan tingkat pengangguran dengan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun. Bantuan dana Rp10 juta per tahun untuk UMKM/koperasi. Mendorong, memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital sebagai salah satu upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
  7. Layanan kesehatan gratis rawatjalan/inap dengan Kartu Indonesia Sehat, pembangunan 6.000 puskesmas dengan fasilitas rawat inap serta air bersih untuk seluruh rakyat.
  8. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian dari komponen pendidik bangsa.
  9. Mewujudkan pendidikan bagi seluruh warga negara termasuk petani, nelayan, buruh, termasuk disabilitas dan elemen masyarakat lain melalui Kartu Indonesia Pintar. Menyediakan fasilitas pendidikan yang baik dengan target partisipasi 100% untuk SD dan 95% untuk tingkat SLTP, mewujudkan kurikulum berkualitas, menjamin kesejahteraan guru dan meningkatkan tunjangan bagi para guru. Meningkatkan kualitas guru dengan melanjutkan program sertifikasi.

(Bob)



Judul Asli : Ini 9 Program Nyata Jokowi-JK
Ditulis oleh : Desi Angriani, Rizky Ferdyansyah - 03 Juli 2014 09:51 WIB

27 June 2014

LPDB-KUMKM & PIBLAM Universitas Brawijaya










Pusat Inkubator  Bisnis dan Layanan Masyarakat (PIBLAM) Universitas Brawijaya dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) mengadakan rapat koordinasi Pendampingan mitra UKM untuk mengakselerasi kegiatan Pendampingan yang diselenggarakan  dua hari, pada tanggal 8 dan 9 Mei 2014 di Gedung PIBLAM UB Lantai 3 dan di hadiri oleh tim Koordinasi dari LPDB dan anggota-anggota koperasi binaan.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Koordinator  tim pendampingan dari PIBLAM dan sebagai pembicara adalah Dr. Ir. Setyono YudoTyasmoro, MS., beliau memaparkan  bahwa kegiatan pendampingan tahun 2013 dinilai belum optimal karena pendampingan terlambat dilaksanakan yaitu berdasarkan proses pemberian pinjaman yang dibuat oleh LPDB-KUMKM dilakukan pada tahap ke-9, yaitu tahap Monev. Sebaiknya dan seharusnya proses pendampingan itu dimulai sejak awal yaitu pada waktu penyusunan proposal. Dr. Susilo., MS selaku Kepala Divisi Inkubator Bisnis PIBLAM menambahkan, perlu adanya susunan Standard Operation Procedure (SOP) pendampingan koperasi penerima pinjaman LPDB-KUMKM berbasis kinerja tinggi. Susilo menjelaskan tugas dan fungsi pendamping serta hubungan timbal balik pendamping dengan koperasi yang didampingi dengan prosedur susunan SOP tersebut agar pelaksanaan pendampingan memiliki efisiensi keberhasilan yang tinggi.

Menanggapi upaya mengakselerasi kegiatan Pendampingan ini, Koordinator dari pihak LPDB menyampaikan adapun tujuan pendampingan LPDB menurut Peraturan Direksi LPDB-KUMKM No: 037/PER/LPDB/2012 dimana peraturan itu diantaranya menyebutkan adanya hal terkait pendeteksian sedini mungkin penggunaan pinjaman atau pembiayaan oleh mitra sesuai dengan peruntukkannya dan tepat sasaran dan peraturan tersebut juga untuk mengetahui dampak pemberian pinjaman atau pembiayaan terhadap kinerja usaha dan kelembagaan mitra, penyediaan lapangan usaha, penyerapan tenaga kerja serta kegiatan ekonomi lainnya.

Program pendampingan  adalah solusi yang utama untuk meningkatkan kinerja Koperasi binaan dan dapat memberikan bantuan pendanaan, untuk itu salah satu bentuk yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan dibentuknya program pendampingan PIBLAM terhadap koperasi-koperasi binaan LPDB.




Judul Asli : Rapat Koordinasi Pendampingan PIBLAM UB kepada Koperasi Binaan LPDB
Thursday, 26 June 2014 02:23 | Last Updated on Friday, 27 June 2014 01:30 | Written by Administrator

22 May 2014

Pengemis di Bali Bisa Membeli Mobil CR-V


MANGUPURA, KOMPAS.com — Kawasan Badung, Provinsi Bali, tampaknya menjadi lahan empuk bagi gelandangan dan pengemis (gepeng).


Saking mengguritanya, gepeng di kabupaten yang terkenal akan keindahan Pantai Kuta-nya ini membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung frustrasi untuk menanganinya.

Kasatpol PP I Ketut Martha mengakui, persolan gelandangan dan pengemis di wilayah Badung sulit untuk diberantas.

Pasalnya, para gepeng bisa hidup secara layak karena mengemis di daerah tersebut. Bahkan, ia menyebutkan, tak jarang gepeng bisa membeli mobil.

"Jangan bayangkan para pengemis yang beroperasi di Kuta ini adalah orang miskin. Pernah, saya dibuat terkejut. Ada seorang gepeng membeli sebuah mobil CR-V. Saya bahkan pernah diledek seorang pengemis, dia bilang ponsel saya ketinggalan zaman," kata Martha, Rabu (7/5/2014).

Karena Badung "menjanjikan" hidup enak, kata dia, para gepeng tidak kapok untuk kembali datang, meski berkali-kali terjaring razia.

Selama April 2014, sambung Martha, setidaknya ada sekitar 54 pengemis yang berhasil dijaring Satpol PP Kabupaten Badung.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Desa Munti Gunung dan Pedahan, Kecamatan Kubu, Karangasem.


Editor : Farid Assifa
Sumber : Tribunnews.com
http://regional.kompas.com/read/2014/05/08/1544559/Pengemis.di.Bali.Bisa.Membeli.Mobil.CR-V

07 May 2014

"Sistem Kerja 4 Hari Seminggu" Lebih Efektif Daripada "Sistem Kerja 5 Hari Seminggu"

kru


Apakah sistem bekerja dari hari Senin-Kamis lebih efektif dibandingkan Senin-Jumat? 
Paling tidak itulah yang dikatakan Ryan Carson, CEO dan pendiri dari Treehouse, sebuah perusahaan rintisan (startup company) di bidang tutorial perancangan dan pengembangan website.
“Awalnya sih karyawan kami curiga kalau mereka bakal tetap harus kerja di hari Jumat — semacam ‘boleh nggak ke kantor, tapi tetap ada pekerjaan rumah’,” kata Carson. “Mereka kaget sendiri waktu sadar bahwa kami benar-benar meliburkan mereka.”


Dituntut Lebih Efektif
Karena para karyawan Treehouse sadar bahwa waktu mereka untuk menyelesaikan suatu tugas tidak banyak, mereka akan berusaha untuk bisa lebih efektif dalam bekerja. “Orang pemalas nggak akan bertahan disini,” ujar Carson. Saat ini, Treehouse memiliki 75 karyawan — diantaranya mereka-mereka yang menolak tawaran dari perusahaan besar seperti Twitter dan Facebook.
“Saya ingin sekali percaya bahwa mereka menolak job di Twitter atau Facebook karena idealisme untuk mengajarkan internet ke masyarakat luas,” lanjut Carson. “Tapi sebenarnya sih mereka lebih memilih Treehouse karena kami libur di hari Jumat.”

Pekerja Keras Harus Lembur Terus? Mitos!
“Seorang entrepreneur nggak harus kerja 16 jam sehari, tujuh hari seminggu,” kata Carson. “Banyak entrepreneur meng-klaim mereka bekerja sekeras itu hanya karena mereka ingin merasa penting.”
Sebuah studi di tahun 2010 juga mengungkapkan bahwa sebagian besar karyawan yang masuk cuma sampai Kamis lebih mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan profesional mereka. Hasilnya? Mereka jadi lebih memiliki pembawaan positif. Selain itu, kerja empat hari alih-alih lima hari juga dapat menekan pengeluaran perusahaan dengan membebaskan perusahaan dari biaya operasional di hari Jumat.

Jadi,  bagaimana menurut Anda?



Sumber:
Ternyata, Sistem Kerja 4-Hari Seminggu Lebih Efektif Daripada Sistem 5-Hari!

26 January 2014

Sentra Kerajinan Anyaman Plastik PNPM Mandiri Perdesaan

.

Melalui Peningkatan Kapasitas Masyarakat (Kelompok Perempuan) PNPM-MPd, Menjadikan Ds. Simo Kec. Balerejo Sebagai Sentra Kerajinan Anyaman Plastik di Kabupaten Madiun

“Kebersamaan merupakan kunci dari pada keberhasilan suatu kegiatan, jika semua elemen bisa memahami tupoksinya maka seberat apapun masalah yang dihadapi pasti bisa diselesaikan dengan baik. Begitu juga di masyarakat jika masyarakat tidak bisa bersatu bersama membangun kesadaran dalam membangun desa, tentunya akan sulit dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di desa terutama terkait dengan kebutuhan yang mendasar (kesehatan dan pendidikan), maka melalui program PNPM Mandiri Perdesaan ini diharapkan masyarakat bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri secara mandiri, tentunya diperlukan kebersamaan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada, termasuk dalam hal peningkatan kapasitas masyarakat (kelompok Perempuan), supaya bisa mandiri".


Pada tahun ini Desa Simo mendapat dana dari PNPM Mandiri Perdesaan berupa kegiatan pelatihan dan kegiatan sarana prasarana.  Dengan terdanainya 2 (dua) kegiatan tersebut masyarakat Desa Simo secara bersama-sama melaksanakan kegiatan tersebut dengan penuh semangat. Dimotori oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK), masyarakat bahu membahu dalam melaksanakan kegiatan terutama kegiatan sarana prasarana berupa drainase.

Dengan perjuangan yang berat di Forum MAD akhirnya Desa Simo bisa terdanai untuk dua kegiatan tersebut, untuk kegiatan pelatihan berupa pelatihan peningkatan kapasitas usaha kelompok SPP sebesar Rp. 23.000.000,-. Sedangkan untuk sarana prasarana berupa Drainase sebesar Rp. 57.307.500,-.

Pada awal kegiatan TPK kesulitan dalam mencari tenaga pelatih untuk pelatihan Pembuatan anyaman dari plastik, akhirnya TPK berkoordinasi dengan BLK di Kabupaten sehingga TPK mendapatkan tenaga pelatih dari BLK. Sekarang di Desa Simo banyak menghasilkan tenaga terampil dalam membuat anyaman dari plastik sehingga masyarakat terutama kelompok perempuan sudah bisa menghasilkan uang tambahan dari hasil pelatihan, bahkan sekarang Desa Simo termasuk Sentra Kerajinan Anyaman Plastik di Kabupaten Madiun. Sampai saat ini kerajinan anyaman plastik Desa Simo sudah menembus pasar luar daerah. “Beberapa hari yang lalu sudah ada beberapa pedagang dari luar kota yang memesan produk anyaman plastik kami, ini salah satu rejeki dari Tuhan yang harus kita syukuri”, ujar salah satu anggota pengrajin anyaman.
Untuk kedepannya diharapkan dari pelatihan yang diberikan oleh program ini bisa dikembangkan sehingga masyarakat di Desa Simo ada pekerjaan tambahan berupa kerajinan membuat tas, dengan demikian masyarakat terutama kaum ibu-ibu ada tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sekarang TPK Desa Simo bisa merasa lega dikarenakan masyarakat yang selama ini tak acuh terhadap pembangunan desanya terutama kaum perempuan sekarang mulai sadar bahwa dalam membangun desa perlu kebersamaan dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Hal ini berdampak pada warga Desa Simo sendiri dibuktikan dengan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok perempuan yang semuanya dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri, yang mana msyarakat Desa Simo bisa mendapat penghasilan dari hasil  kegiatan pelatihan anyaman dari bahan plastik. Disamping sebagai media pembelajaran bagi masyarakat akan tetapi mendapat ketrampilan dari kegiatan tersebut. Hal ini dibuktikan  dengan banyaknya masyarakat Desa Simo terutama kelompok perempuan yang antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Semua berawal dari langkah kecil, yang seringkali terasa berat untuk dimulai. Namun berbanding terbalik dengan besarnya kemanfaatan yang didapat jika langkah tersebut dilaksanakan. Potret ini dapat dijadikan contoh bahwa sebuah langkah yang dilakukan pun butuh perencanaan sebelum pelaksanaan, dan dalam pelaksanaan butuh menajement yang matang,hal ini telah dibuktikan sendiri oleh TPK desa Simo. dan yang lebih penting adalah menjaga, memelihara dan mengembangkan yang sudah ada. Karena umumnya, membangun itu lebih mudah daripada menjaganya.  Semoga bermanfaat.

Oleh: Moh. Charissudin
(Fasilitator Kecamatan Balerejo)

Pengelolaan Pinjaman Bermasah Dana Bergulir


Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Seberat apapun pekerjaan, jika dikerjakan bersama, maka akan terasa enteng. Pepatah ini benar-benar diterapkan di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam menyelesaikan  masalah tunggakan SPP.


Desa Adi Jaya dan Purwodadi adalah desa yang terdapat di Kecamatan Tebing Tinggi dan merupakan kecamatan yang berpartisipasi dalam kegiatan PNPM-MPd sejak tahun 2009. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di kedua desa tersebut adalah kegiatan simpan pinjam kelompok perempuan. Kegiatan ini pada awalnya berjalan dengan cukup baik.
Menginjak pada tahun kedua mulai terjadi tunggakan dan penyimpangan dana. Penyimpangan dana ini dilakukan oleh mantan Kepala Desa dan ketua UPK dengan modus kelompok fiktif dan tidak menyetorkan angsuran kelompok ke UPK. Penyimpangan dana yang dilakukan oleh mantan kepala desa di desa Adi Jaya berjumlah Rp. 19.178.100, sedangkan penyimpangan dana yang dilakukan oleh mantan Ketua UPK di Desa Purwodadi berjumlah Rp. 9.120.000.
Menyikapi persoalan tersebut diatas FK dan FT berusaha memfasilitasi pelaku PNPM MPd di tingkat kecamatan dan desa untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan permasalahan tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan namun tidak semudah membalik telapak tangan dalam menyelesaikan permasalahan penyimpangan dana SPP ini. Cukup banyak kendala yang ditemui ditingkat lapangan seperti pelaku tidak berada ditempat dan lain sebagainya.
Pada tanggal 21 Januari 2013 Team Leader Provinisi Jambi mengirimkan memo tentang penerapan sanksi dalam pelaksanaan PNPM MPd. Sebelumnya WB/World Bank) pada tanggal 20 Mei 2011 juga telah mengeluarkan surat tentang penerapan sanksi dalam PNPM Mandiri Perdesaan. Berdasarkan kedua surat tersebut maka pada setiap kesempatan FK/FT beserta UPK mensosialisasikan kepada masyarakat melalui forum musyawarah yang ada di desa dan kecamatan tentang penerapan sanksi program dalam pelaksanaan PNPM MPd.
Sosialisasi yang dilakukan oleh FK/FT beserta UPK berdampak sangat signifikan terhadap kedua desa tersebut, dimana Kepala Desa dan Pelaku PNPM-MPd ditingkat desa seperti KPMD dan TPK segera menyikapinya dengan  melakukan langkah-langkah penyelesaian seperti menemui yang bersangkutan dan menanyakan tentang kapan dana tersebut akan dikembalikan.
Disamping pelaku ditingkat desa pelaku ditingkat kecamatan pun mulai bergerak ditandai dengan diadakannya Rapat Internal ditingkat kecamatan yang dihadiri oleh Camat, BKAD, FK/FT dan UPK. Bahkan, Camat secara langsung menghubungi masing-masing Kepala Desa  dan meminta Kepala Desa segera menyelesaikan permasalahan penyimpangan dana dimasing-masing desanya dan apa bila permasalahan ini tidak diselesaikan maka kedua tersebut tidak dapat didanai ditahun 2014.
Di Desa Purwodadi atas inisiatif Kepala Desa, dilakukanlah musyawarah desa khusus dan disepakati bahwa desa akan mengganti sejumlah dana yang disalahgunakan oleh Koswara, mantan ketua UPK. Penggantian dana oleh desa dilakukan pada tanggal 31 Desember 2013.
Sedangkan di Desa Adi Jaya setelah ditemui beberapa kali oleh FK/FT, UPK, KPMD, TPK dan Kades maka pelaku mengembalikan dana sebesar yang disalahgunakannya pada tanggal 25 Desember 2013.
Keberhasilan penyelesaian masalah ini kuncinya adalah dengan melibatkan banyak pihak ditingkat desa dan kecamatan. Memang awalnya permasalahan penyimpangan dana sangat berat untuk diselesaikan. Namun setelah melibatkan banyak pihak, maka titik terang penyelesaian semakin terlihat, hingga akhirnya selesai dengan tuntas. (45/Tim)

Hutang Kita Rp 8.900.000 per orang

Jelang lengser, SBY tinggalkan beban utang Rp 8,9 juta per orang

MERDEKA.COM. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyatakan, pemerintah meninggalkan utang sebesar Rp 8,9 juta pada setiap orang. Angka ini didapat jika melihat posisi jumlah total utang negara pada 2013 sebesar Rp 2.277 triliun dan ditambah defisit APBN 2014 Rp 175,3 triliun.

"Kalau dibagi rata-rata setiap satu penduduk, dengan jumlah total pada tahun 2013 sebanyak 255 juta orang, maka setiap penduduk mempunyai utang sebesar Rp 8,9 juta per orang," ujar Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, dalam keterangan tertulis pada merdeka.com di Jakarta, Minggu (19/1).


Berdasarkan data FITRA, yang diolah dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan RI, beban utang tiap orang warga Indonesia tiap tahunnya terus meningkat. Di antaranya, pada 2012, beban utang seorang penduduk mencapai Rp 7,7 juta di mana total utang negara mencapai Rp 1.978 triliun. Di 2011 sebesar Rp 7 juta saat utang negara mencapai Rp 1.809 triliun.
FITRA menegaskan keputusan berutang pemerintah ternyata tidak produktif. Salah satunya terlihat dari kasus peminjaman siaga pada medio 2012.

Sampai dengan 31 Desember 2012, pemerintah telah menandatangani delapan perjanjian pinjaman siaga dengan World Bank, ADB, JBIC dan Pemerintah Australia dengan total komitmen sekitar USD 10,5 miliar. Sampai tahun pengelolaan 2012, pinjaman siaga baru dimanfaatkan sebesar JPY 35 miliar atau setara dengan USD 350 juta. "Jadi, pinjaman siaga lainnya sampai belum dimanfaatkan," tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah telah membayar biaya komitmen dana cadangan siaga tersebut sebesar Rp 87,43 miliar. "Dan biaya sebesar Rp 87,43 milyar berarti rakyat yang harus bayar," ucapnya.

http://id.berita.yahoo.com/jelang-lengser-sby-tinggalkan-beban-utang-rp-8-062811471.html

01 January 2014

Foto Selfie


Memotret diri sendiri (selfie) telah ada sejak abad lalu, namun kini pertumbuhannya secara global kian pesat semenjak adanya smartphone yang dilengkapi kamera digital ditambah dengan kemampuan untuk berbagi foto langsung di media sosial.


Tahun 2013 akan berakhir. 
Penerbit Kamus Inggris Oxford, yang disebut-sebut sebagai otoritas tertinggi dalam ilmu bahasa mengenai teknik penyusunan kamus (leksikografi), menyatakan "selfie" menjadi "word of the year". 
Selfie: noun, informal, sebuah foto diri yang direkam oleh diri sendiri, biasanya direkam menggunakan smartphone atau webcam dan diupload ke situs media sosial. 
Selfy - plural: selfies.

Sementara itu, mesin pencari Yahoo memperkirakan bahwa pada 2014 ada sekitar 880 miliar foto akan diupload. Itu berarti ada 123 foto untuk setiap orang pria, wanita dan anak-anak, kebanyakan foto tersebut adalah selfie.
Di Inggris, sebuah survei untuk Samsung menemukan bahwa 17 persen laki-laki dan 10 persen perempuan, mengambil selfies karena mereka menikmati ketampanan atau kecantikan diri mereka sendiri.
Pada beberapa perdebatan di dunia maya, selfie adalah dekadensi untuk era yang sama sekali dekaden. Kennel mengatakan potret diri setua fotografi itu sendiri.
National Portrait Gallery di London baru saja mengangkat tema selfie dalam diskusi panel pada 16 Januari yang berjudul "The Curated Ego: What Makes a Good Selfie?"
Dalam acara tersebut, penyelenggara mengidentifikasi Grand Duchess Anastasia dari Rusia sebagai salah satu remaja pertama yang mengambil selfie pada 1914, ketika dia berusia 13 tahun. Sayangnya, dia tidak punya akun Facebook atau Twitter untuk berbagi.

Sumber:

06 October 2013

Penghasilan Pengemis Lebih Besar Dari Pegawai Formal

Berita Satu

Cerita pengemis jutawan di Jaksel, sepekan bisa raup Rp 3,5 juta

MERDEKA.COM, Enot namanya. Perempuan berusia 71 tahun ini adalah pengemis asal Rengasdengklok, Jawa Barat. Sehari-hari, ia mengemis di wilayah Jakarta Selatan.
Untuk mengelabuhi petugas, ia memakai karung besar. Terkadang ia menjadi pemulung, jika tak ada petugas ia menjadi pengemis.
Penghasilan menjadi pengemis sangat fantastis. Pengemis jutawan ini dalam 10 hari mampu mengantongi uang Rp 3.500.000. Jumlah itu tentu sangat besar jika dibandingkan dengan para pekerja sektor formal biasa.



Upayanya mengais rezeki rejeki dengan cara mengemis akhirnya ketahuan juga saat petugas Sudin Dinas Sosial Jakarta Selatan pada Selasa (1/10) lalu melakukan razia. Ia terjaring saat sedang mengemis di Pasar Mampang.
"Dia hidup sendiri di Jakarta, tidur di mana saja. Yang penting cari uang," ucap Miftahul Huda, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, menceritakan kisah Enot, seperti dilansir dari situs resmi Pemprov DKI, Kamis (3/10).
Saat petugas menggeledah isi karung, uang jutaan milik Enot itu hanya tersimpan di antara tumpukan botol. "Saat mau diamankan karungnya Enot tidak mau melepaskan. Ternyata saat botol-botol dikeluarkan, ada uang yang jumlahnya jutaan tersimpan di sana," jelasnya.
Uang itu disimpan di dalam plastik hitam. Uang jutaan itu terdiri dari pecahan Rp 1.000-50.000. Tidak ada recehan koin.
Setelah tertangkap, Enot langsung dibawa Panti Sosial Bina Insani (PSBI) Bangun Daya Cipayung, Jakarta Timur untuk diberikan pembinaan. "Untuk uang miliknya, kalau sudah keluar dari panti pasti dikembalikan. Lagi pula ada berita acaranya," tandasnya.

Sumber:
http://berita.plasa.msn.com/nasional/merdeka/cerita-pengemis-jutawan-di-jaksel-sepekan-bisa-raup-rp-35-juta

29 August 2013

Arti Minal Aidin wal Faizin

Minal 'Aidin wal-Faizin adalah tradisi yang biasa diucapkan antara sesama Muslim Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei saat merayakan Idul Fitri, setelah menunaikan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Ucapan ini secara harfiah diterjemahkan menjadi "Dari (yang) kembali dan berhasil," secara umum diterjemahkan menjadi, "Semoga kita semua tergolong mereka yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri)"
Ucapan minal 'aidin wal-faizin ini menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya (Salaf as-Shaleh). Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair di masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita di hari raya.
Biarpun berbahasa Arab, ucapan minal 'aidin wal-faizin ini tidak akan dimengerti maknanya oleh orang Arab, dan kalimat ini tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata per katanya saja. Tidak ada dasar-dasar yang jelas tentang ucapan ini, baik berupa hadist, atsar, atau lainnya.
Menurut Ibnu Taimiyah, ucapan Idul Fitri yang sesuai dengan sunnah, “Adapun ucapan selamat pada hari raya ‘Id, sebagaimana ucapan sebagian mereka terhadap sebagian lainnya jika bertemu setelah Sholat ‘Id yaitu:
Taqabbalallahu minna wa minkum (Arab: تقبل الله منا ومنكم), artinya: "Semoga Allah menerima amal kami dan kalian" atau
Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik (Arab: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ , وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك), artinya: "Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu" dan semisalnya.”

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Minal_'Aidin_wal-Faizin





Ternyata.., Arti Minal ‘Aidin wal Faizin bukan Mohon Maaf Lahir Batin


Ternyata.., Arti Minal ‘Aidin wal Faizin bukan Mohon Maaf Lahir Batin

Kata Minal Aidzin wal Faizin bukanlah sebuah kalimat yang utuh. Kalimat yang utuh adalah Ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin” yang artinya “semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung”. Jadi, minal aidin wal faizin sendiri berarti dari orang-orang yang kembali dan beruntung.
Besok adalah hari terakhir kita sebagai umat muslim, melaksanakan puasa Ramadhannya .Kita akan memasuki Hari Raya Idul Fitri. Seiring datangnya momentum tersebut, umumnya orang Indonesia menyematkan kata ‘Minal Aidzin wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin’ pada kartu ucapan tertulis atau elektronik.
Tapi, apakah Anda benar-benar mengerti makna dari Minal Aidzin wal Faizin?
Kata Minal Aidzin wal Faizin bukanlah sebuah kalimat yang utuh. Kalimat yang utuh adalah Ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin” yang artinya “semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung”. Jadi, minal aidin wal faizin sendiri berarti dari orang-orang yang kembali dan beruntung.
Jadi, kata Minal Aidzin wal Faizin bukanlah mengandung arti ‘maaf-maafan’ atau permintaan maaf.
Dalam Bahasa Arab, ungkapan permintaan maaf biasanya dinyatakan dengan pernyataan “afwan” yang artinya permintaan maaf yang tulus dan ikhlas. Kalau kurang puas dengan kata “afwan” yang dinilai kurang panjang, maka bolehlah ditambah dengan “afwan zahin wal bathin”.
Lalu bagaimana dengan kalimat: minal ‘aidin wal faizin? Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin, aidhin atau faidzin, faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين )
Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri.  ‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh. Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian).
Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara katamin dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.
Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaitu ja’alanallaahu(semoga Allah menjadikan kita). Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan. POL

Sumber:
http://hikmah-ramadhan.pelitaonline.com/news/2013/08/06/ternyata-arti-minal-%E2%80%98aidin-wal-faizin-bukan-mohon-maaf-lahir-batin#.Uh6KGtISapU







Tags:
Arti Kata Minal Aidin wal Faizin dalam Bahasa Indonesia

17 August 2013

Kehidupan Muslim di Paris



Sumber:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=710288208987390&set=a.345507798798768.100230.293979610618254&type=1&relevant_count=1&ref=nf

16 August 2013

MSF Akan Menghentikan Tugasnya di Somalia

Medecins Sans Frontieres (MSF) atau dikenal dengan organisasi Dokter Lintas Batas mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan tugasnya di Somalia yang penuh derita.
MSF Tinggalkan Somalia (© REUTERS/Thomas Mukoya)




MSF Tinggalkan Somalia (© REUTERS/Thomas Mukoya)

Siapa tak mengenal Somalia, sebuah negeri penuh derita akibat pemberontakan kaum radikal yang berkepanjangan disana. Tak pernah selesai hingga bocah-bocah yang menjadi generasi negeri itu hidup penuh derita akibat lapar dan kemiskinan yang bagai wabah telah  berevolusi menjadi penyakit  menyerang rakyatnya hingga mati menderita.  Kamp pengungsi Dagahale adalah saksi bagaimana hingga kini banyak bocah hidup dihadapan gerbang kematian yang sungguh mengerikan.

http://berita.plasa.msn.com/internasional/tinggalkan-somalia-penuh-derita#image=7